INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menginformasikan belanja modal (capex) tahun 2008 sebesar US$ 1,4 miliar dan telah terserap hingga 80%.
"Capex yang sudah mencapai komitmen alokasi mencapai 80 persen," kata Direktur Keuangan ISAT, Wong Heang Tuck, usai paparan kinerja keuangan triwulan III 2008, di Gedung Indosat, Jakarta, Selasa (28/10).
Wong menjelaskan, dari US$ 1,4 miliar capex tersebut sebagian besar atau 80% dialokasikan untuk pengembangan layanan seluler.
Sementara itu Dirut ISAT, Johnny Swandi Sjam menambahkan, perseroan akan mengevaluasi berbagai rencana ekspansi demi terjaganya pertumbuhan bisnis perseroan. "Pengaruh krisis global itu pasti ada akan tetapi tidak terlalu besar, karena industri telekomunikasi merupakan sektor yang relatif tahan terhadap goncangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, meski krisis keuangan yang terjadi seperti pada tahun 1998 namun industri telekomunikasi tetap tumbuh. Bahkan katanya, jumlah pelanggan seluler di tanah air telah mencapai 100 juta nomor.
Terkait gejolak nilai tukar rupiah yang belakangan melemah terhadap dolar AS, Johnny menambahkan, tidak terlalu masalah karena sebagian besar utang perseroan dalam bentuk rupiah.
Utang Indosat per September 2008 tercatat Rp 19,1 triliun, dengan komposisi 32% utang dalam rupiah dan utang valas 68%. Menurut Wong, sebanyak 70% utang valas telah dilakukan lindung nilai (hedging). "Seluruh utang baik rupiah dan valas menggunakan bunga tetap," kata Wong.*/[L5]