INILAH.COM, Jakarta Ucapan 'terima kasih' kepada PDIP atas ajakan koalisinya oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring dinilai sebagai sinyal menerima koalisi. Sebab, telah ada upaya membangun komunikasi antara kedua belah pihak.
"Dalam fatsun komunikasi politik, ada komunikasi membangun koalisi. Intinya, menyambut koalisi dari kita," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo, kepada INILAH.COM, di gedung DPR, Selasa (28/10).
Namun, menurut Ganjar, pernyataan itu bukan berarti PKS sudah secara resmi berkoalisi dengan PDIP. Sebab, sampai saat ini, ujarnya, informasi yang beredar, PKS belum menentukan dengan siapa akan berkoalisi.
"Semua tergantung PKS. Makna ucapan terima kasih itu bersayap. Antara ya dan tidak. Misalnya, si A lebih besar daripada si B, tentu si A yang mengajak si B. kalau kedauanya sama-sama besar, semua diserahkan kepada masing-masing," ujarnya.
Lebih jauh, pernyatan itu dianggapnya merupakan sikap politik biasa saja. "Ini menunjukkan prestige partai yang berani mengusulkan nama-nama kandidat capres berasal dari kader internal sendiri," ucap Ganjar.
Presiden PKS Tifatul Sembiring, usai Musyawarah Majelis Syura PKS ke -10, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (26/10), menyatakan berterimakasih dengan keingin PDIP yang begitu menggebu-gebu untuk mengajak berkoalisi. Namun, semua itu, menurutnya, masih akan ditentukan setelah digelarnya Pemilu Legislatif. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !