INILAH.COM, Jakarta - Akhir-akhir banyak pihak yang menghendaki agar suspensi perdagangan saham kelompok Bakrie segera dicabut. Namun apa urgensinya jika pencabutan ini justru akan menurunkan indeks saham?
Usul pencabutan suspensi itu untuk menciptakan equilibrium (titik keseimbangan) baru di bursa, manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) harus segera membuka suspensi tiga saham Bakrie.
Presiden Direktur PT Danareksa (Persero), Edgar Ekaputra menilai adanya suspensi tersebut menunjukkan bursa sedang tidak normal. "Seharusnya ada batasan waktu dari BEI untuk mencabut suspensi tersebut agar bisa diperdagangkan kembali," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/10).
Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) belum memberikan kepastian kapan dicabutnya saham grup Bakrie ini. Mereka berkilah suspensi akan dicabut menunggu selesainya transaksi material grup Bakrie.
Sejak 17 Oktober 2008, BEI masih mensuspen tiga saham Bakrie yaitu PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Edgar menuturkan kapitalisasi saham grup Bakrie memang cukup besar pengaruhnya di bursa. Meski demikian, pihak BEI tidak bisa terus menerus mensuspennya tanpa ada kejelasan waktu pencabutan.
Melihat kasus suspensi terhadap saham Bank Internasional Indonesia (BNII) terkait dengan rencana akuisisi Maybank, otoritas bursa menghentikan perdagangan selama 2 bulan.
Ini bertujuan agar BNII menyelesaikan dulu transaksi terkait rencana akuisisi tersebut.
Seharusnya, BEI juga menerapkan langkah serupa terhadap saham Bakrie ini. Apalagi kapitalisasi saham kelompok usaha ini sangat besar, sehingga bila dicabut tanpa memberikan kesempatan kepada Bakrie untuk menyelesaikan rasionalisasi asetnya, ini bisa berdampak buruk terhadap kinerja bursa.[L5]