INILAH.com, Jakarta - Beberapa fungsionaris Partai Golkar yang berkeinginan menjadi presiden 2009, akhirnya keluar partai atau membentuk partai baru. Bagaimana dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang pada Selasa (29/10) resmi mencalonkan diri jadi presiden?
"Saya tidak bisa menduga hati Sultan, sebab seperti Pak Wiranto dan Prabowo yang dulu kader Golkar keluar dari partai," kata Ketua Bappilu Partai Golkar Andi Mattalata dalam perbincangan dengan INILAH.COM di Jakarta, Rabu (29/10).
Andi menjelaskan, Wiranto yang dulu pernah menjabat sebagai salah satu pimpinan Partai Golkar, keluar partai membentuk partai Hanura. Begitu juga Prabowo Subianto yang pernah angota dewan penasehat juga keluar ke Partai Gerindra.
"Jadi saya tidak menjamin Sultan akan keluar partai atau tidak," ujarnya
Namun begitu, Andi melihat Sultan tidak akan pindah dari Golkar, karena Sultan adalah kader loyal yang juga pernah menjadi pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Yogyakarta.
Menurut Andi, sebenarnya tidak ada yang heboh dengan pencalonan Sultan. Wajar jika Sultan yang memiliki massa yang banyak maju menjadi capres.
Terkait apakah pencalonan Sultan akan mengerek suara Golkar di pemilu 2009, "Yang bisa meningkatkan adalah para caleg Golkar sendiri," ujarnya.
Ketika ditanya apakah Golkar akan mendukung Sultan dalam pencapresan mengingat Sultan adalah kader Golkar, Andi menegaskan bahwa pencalonan presiden akan dibahas setelah pemilu legislatif.[nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !