INILAH.COM, Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kedua kalinya, setelah krisis melanda Indonesia, memanggil para pakar ekonomi untuk membicarakan krisis yang melanda negeri ini.
"Pertemuan itu untuk membicarakan mengenai situasi perekonomian nasional," ujar SBY sebelum memimpin pertemuan tertutup yang diadakan di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (29/10).
Sejumlah pengamat ekonomi yang hadir dalam acara tersebut antara lain Bambang Brodjonegoro (UI), Didik J Rachbini (Indef), Ninasapti Triaswati (Indef), Badia Perizade (Universitas Sriwijaya), Fadhil Hasan (Indef), Aviliani (Indef) dan Christianto Wibisono (Global Nexus Institute).
Sementara itu para pelaku ekonomi yang hadir antara lain MS Hidayat, John Prasetio, James T Riady, Chris Kanter, Agus Martowardoyo, Franky O.Widjaja, Benny Sutrisno, Robert Budi Hartono, Wisnu Wardhana dan Gita Wiryawan (KADIN).
Pada pertemuan tersebut Presiden Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik berwarna biru didampingi oleh Plt Menko Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Gubernur BI Budiono, Muliaman D Hadad (BI), Joyo Winoto (BPN), Hermanto Siregar, Chatib Basri, Rudjito, Anggito Abimanyu, dan M Ikhsan.*/[L5]