INILAH.COM, Jakarta - Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan harga BBM bersubsidi tidak akan diturunkan hingga pada level sebelum kenaikan Mei 2008 sebesar 28,7%.
"Tidak mungkin harganya seperti pada waktu kita menaikkan," kata Paskah di Jakarta, Rabu (29/10).
Dia mengatakan, hal itu dilakukan mengingat penurunan harga minyak baru terjadi pada beberapa minggu terakhir ini untuk pasar berjangka (future). Sementara beban biaya yang harus ditanggung APBN akan diperhitungkan secara utuh selama satu tahun. "Beban biaya tetap kita perhitungkan sejak April lalu," jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya berharap harga minyak mentah di pasar berjangka yang saat ini berkisar pada rentang 60-70 dolar AS per barel bisa bertahan lama.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR, Olly Dondokambey mengatakan pemerintah harus segera memutuskan kepastian rencana penurunan harga BBM tersebut, termasuk besaran penurunan, untuk memberikan kepastian kepada pasar dan dunia usaha. "Kalau ingin diturunkan, harus segera diputus agar jelas," tandasnya.*/[L5]