INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyiapkan dana sebesar US$ 150 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) atau 6% dari total belanja modal tahun ini sebesar US$ 2,5 miliar untuk keperluan akuisisi perusahaan lainnya.
Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan akuisisi tersebut dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan secara anorganik. Akuisisi diharapkan bisa dilakukan pada akhir tahun ini hingga tahun depan. "Saat ini ada beberapa perusahaan yang sedang kami bidik untuk diakuisisi, yang beberapa di antaranya adalah perusahaan lokal. Namun, untuk pengambilalihan kepemilikan BUMN Iran saat ini masih dikaji, dan tidak masuk dalam dana tersebut," katanya, Rabu (29/10).
Menurut dia, akuisisi perusahaan lebih banyak diarahkan untuk mendukung bisnis inti perseroan, yang dalam hal ini adalah telekomunikasi dan solusi data. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan nama-nama perusahaan yang akan dibidik itu.
Salah satu perusahaan yang tengah dibidik Telkom adalah PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDI Indonesia), yang saat ini menjadi anak usaha PT Pelindo II. Dalam hal ini Telkom menyatakan minatnya mengakuisisi 51% saham perseroan.
Ketika ditanya mengenai rencana akuisisi anak perusahaan Pelindo II, Sudiro mengatakan sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai rencana akuisisi EDI Indonesia. "Kami belum mengadakan pembicaraan untuk membeli EDI Indonesia. Sejauh ini memang ada beberapa perusahaan yang ingin kami bidik untuk mendukung ekspansi bisnis Telkom," ujarnya.[L5]