inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Agung Laksono

Besan Tersangka, SBY Ksatria

Headline
Agung Laksono - Inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: R Ferdian Andi R
Kamis, 30 Oktober 2008 | 04:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penetapan mantan Ketua YPPI Aulia Pohan sebagai tersangka dalam kasus aliran dana BI sebesar Rp 100 miliar seolah membenarkan spekulasi yang berkembang selama ini. Dalam konteks pelaksanaan Pemilu 2009, penetapan KPK itu dipandang sebagai materi kampanye SBY dalam pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, meski nama Aulia sering disebut dalam beberapa kali persidangan yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagian besar pengamat tak yakin bahwa besan Presiden SBY itu bakal masuk jeratan hukum.

Mesku begitu Ketua DPR HR Agung Laksono menyangsikan skenario pencitraan SBY lewat penetapan Aulia Pohan sebagai tersangka itu. "Kalau memang untuk kampanye Pemilu 2009, masak ya saudaranya (Aulia Pohan, red) sendiri," kata Agung saat ditemui di gedung DPR RI, Rabu (29/10).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menilai, penetapan besan SBY sebagai tersangka itu menjadi bukti bahwa SBY adalah sosok yang ksatria. Apa makna pujian Agung bagi SBY? Apakah ini terkait dengan rencana Partai Golkar duet kembali dengan SBY dalam Pilpres 2009 mendatang? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Bagaimana tanggapan Anda atas penetapan tersangka Aulia Pohan sebagai tersangka oleh KPK?
Dari awal saya menegaskan, semuanya harus diserahkan pada mekanisme hukum yang berlaku dengan betul-betul melaksanakan tugas tanpa diskriminasi. Jadi hukum jangan pandang bulu. Dengan status tersangka Aulia Pohan memperkuat bahwa penyelenggara negara sungguh-sungguh melaksanakan pemberantasan korupsi. Tidak hanya tebang pilih. Saya apresiasi atas keberanian KPK. Tentu saja semua pihak diharapkan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Jadi SBY harus merelakan besannya ditangkap oleh KPK?
Kalau itu, terserah pada KPK. Saya kira semua pihak tidak perlu intervensi. Tapi sikap tidak tebang pilih itu kita apresiasi. Mudah-mudahan ini menambah kesuksesan program pemberantasan korupsi.

Apakah dengan penetapan tersangka Aulia Pohan dapat menjadi bahan kampanye bagi SBY, karena penetapan tersangka Aulia Pohan dilakukan justru menjelang pelaksanaan Pemilu 2009?
Saya tidak tahu, apakah seperti itu. Kalau ada, ya masak pada saudaranya (Aulia Pohan, red) sendiri. Saya kira tidak seperti itu.

Dengan kampanye hitam bagi lawan politik SBY?
Itu tidak pada tempatnya. Justru dengan hal ini, SBY terbukti bisa merelakan siapa saja yang terkait korupsi, tanpa melindungi para koruptor. Menurut saya, sikap SBY adalah sikap ksatria yang patut kita hargai. [*/P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.