INILAH.COM, Jakarta - Mendengar Habib Rizieq divonis 18 bulan penjara, sekitar 200 massa pendukungnya bentrok dengan anggota polisi. Mereka menghadang mobil tahanan yang akan membawa Rizieq ke tahanan Polda Metro Jaya.
Bentrokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (30/10), di gerbang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Massa tak terima pimpinan mereka divonis hakim.
Mobil tahanan minibus milik kejaksaan yang mengangkut Rizieq dicegat. Polisi sempat membubarkan, namun pendukung rizieq yang sudah panas melawan.
Bentrokan pun tak terhindarkan. Bersenjatakan kayu dan batu, massa Rizieq menyerang polisi. Seorang polisi bahkan sempat dikeroyok dan mengalami luka-luka.
Karena terdesak, polisi mengeluarkan tembakan gas air mata. Terdengar empat kali letusan. Massa pun buyar. Mereka berlarian ke arah gedung Pelni dan Plaza Gadjah Mada. Sisanya naik ke halte busway dan menyeberang.
Saat massa buyar, mobil tahanan yang membawa Rizieq berhasil meninggalkan PN Jakarta Pusat. Massa yang sudah tercerai-berai kembali berkumpul lagi di depan pintu gerbang gedung pengadilan.
Akibat bentrokan, beberapa polisi mengalami luka di bagian wajah dan tangan. Begitu juga dengan pendukung rizieq. Saat ini pengamanan di depan pengadilan diperketat. Puluhan Polisi bertameng bersiaga mengantisipasi bentrokan yang akan terjadi lagi.[L6]