INILAH.COM, Jakarta Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab tak merasa gentar dengan keputusan majelis hakim di Pengadilan Jakarta Pusat yang memvonisnya 18 bulan kurungan penjara. Ia mengaku rela dihukum mati sekalipun, asalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera membubarkan Ahmadiyah.
"Demi Allah, apapun risikonya yang akan saya hadapi di penjara. Bahkan dibunuh sekalipun, kami tidak akan berhenti untuk membubarkan Ahmadiyah," kata Rizieq, usai sidang vonis terhadapnya di PN Jakarta Pusat, Kamis (30/10).
Ia meminta agar SBY membubarkan Ahmadiyah jika tidak ingin Indonesia ditimpa musibah dan laknat Tuhan. "Kepada Bapak Presiden SBY sebagai saudara se-Muslim, saya ingin menyampaikan nasihat dengan tulus dari hati yang dalam. Jangan kita lindungi Ahmadiyah. Takutlah kepada Allah,"ujar Rizieq.
Rizieq menyatakan bersedia dipenjara, bahkan dihukum mati atas kasus insiden Monas. "Tapi satu yang saya minta, bubarkan Ahmnadiyah. Nanti negeri ini akan semakin hancur dan datang musibah yang besar," tegasnya. [Nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !