INILAH.COM, Jakarta - Perolehan laba bersih PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) hingga September 2008 naik 257,5% menjadi Rp 547 miliar dibanding periode sama sebelumnya Rp 153 miliar.
"Kenaikan laba bersih ini dipicu naiknya penjualan sebesar 26% menjadi Rp 3,441 triliun dibanding periode yang sama sebelumnya Rp 2,727 triliun," demikian siaran pers Holcim, Kamis (30/10).
Upaya penjualan di pasar domestik terus menghasilkan kinerja positif. Holcim memiliki pangsa pasar 22% di Pulau Jawa. Sedangkan volume ekspor turun 33% dan ini merupakan upaya perusahaan untuk tetap fokus pada permintaan dalam negeri yang tinggi dengan marjin yang lebih baik.
Sementara itu pembayaran utang dalam dolar AS dan restrukturisasi sebagian pembiayaan (refinance) dalam bentuk pinjaman rupiah dari bank lokal dengan nilai setara US$ 60 juta telah membantu perusahaan mengurangi resiko nilai tukar dan memperbaiki struktur hutang.
Saat ini Holcim mengoperasikan dua pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat dan di Cilacap, Jawa Tengah, dengan total kapasitas gabungan per tahun 7,9 juta ton klinker. Mayoritas sahamnya (77,33%) dikuasai Holderfin BV Ltd, anak perusahaan Holcim Ltd, yang berbasis di Swiss.[L5]