inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gawat! Investor Asing Jauhi Indonesia

Headline
Faisal Basri - Inilah.com/Nanang
Oleh:
Kamis, 30 Oktober 2008 | 15:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Indonesia dinilai semakin jauh tersingkir dan tidak menarik bagi investor asing. Saat ini penanaman modal asing di Indonesia hanya 5-7 persen.

"Jadi kalau ada yang berpendapat Indonesia dijajah asing itu mimpi saja. Sebab kita bisa melihat kumulatif kontribusi asing hanya 5 persen," kata pengamat ekonomi Faisal Basri, di Jakarta, Kamis (30/10).

Angka itu menurut dia, jauh di atas rata-rata kontribusi asing di negara-negara Amerika Latin, China, dan India. Bahkan Kamboja pun sangat terbuka kepada investor asing.

Indonesia hanya jauh lebih baik dari Venezuela, Bangladesh, dan Srilanka.
"Padahal negeri-negeri yang maju adalah negeri yang bisa menarik investor asing," katanya.

Ia mengatakan, regulator di tanah air lebih pintar menarik modal dalam bentuk portofolio dalam pasar saham, surat utang negara, dan SBI. Padahal Indonesia memiliki pasar yang besar dan bahan baku yang melimpah alias sektor rill yang masih belum tergarap. Jadi, hal terpenting saat ini adalah menjaga agar investor asing yang ada di Indonesia tidak mengalihkan dananya ke tempat lain.

Menurut Faisal, public investment di Indonesia sudah kembali ke tingkat pra krisis yaitu 6,5%. "Angka ini masih sangat rendah, bahkan terendah dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah," katanya.

Indonesia juga dinilai serba ketinggalan dalam pembangunan sumber daya manusia terutama pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur dasar seperti jalan raya, kereta api, pelabuhan, listrik, air bersih, dan irigasi.

Sektor tradable yang sedang merana yaitu manufaktur dan pertanian pangan yang terkonsentrasi di Jawa. Sedangkan sektor tradable yang sedang booming seperti pertambangan dan perkebunan terpusat di luar Jawa.

Ia mengatakan penerapan otonomi daerah akan membuka ruang yang lebih leluasa bagi luar Jawa untuk tumbuh lebih cepat. Jika pembangunan infrastruktur bisa dipacu lebih cepat di luar Jawa, niscaya kawasan ini akan sangat menjanjikan sebagai sumber pertumbuhan utama di masa mendatang," kata Faisal Basri.*/[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.