INILAH.COM, Jakarta - Untuk mengantisipasi dampak lebih buruk dari krisis keuangan, pemegang saham Anugerah Securindo Indah memberi pinjaman subordinasi senilai Rp 10 miliar dan US$ 200 ribu.
Direktur Utama Anugerah Securindo M. Ali Yusuf mengatakan langkah itu untuk memperkuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) perseroan dengan mekanisme mengkonversi menjadi modal disetor pada awal 2009.
Ali menjelaskan, penurunan harga saham di pasar modal tidak ada relevansinya dengan MKBD perusahaan sekuritas, termasuk Anugerah Securindo. Alasannya komposisi MKBD bukan terdiri dari portofolio saham saja, sehingga nilai aset perusahaan tidak terpengaruh.
"Secara faktual Anugerah Securindo tidak mengalami penurunan MKBD yang signifikan akibat terseretnya indeks harga saham gabungan (IHSG). Penurunan yang terjadi akibat aktivitas operasional perseroan, dan hal itu masih normal," kata Ali di Jakarta,
Kamis (30/10).
Di lain pihak, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah menyatakan nilai MKBD sekuritas
yang terdaftar sebagai anggota bursa (AB) masih aman. Nasabah tidak perlu mengkhawatirkan aktivitas perantara perdagangan sahamnya.
Dalam mekanisme pasar modal, katanya, memang biasa terjadi kenaikan atau penurunan nilai MKBD masing-masing sekuritas. Hal ini dikarenakan nilai MKBD mengikuti pergerakan
portofolio investasi nasabah.
"Jadi memang wajar dan semua dijamin keamanannya oleh institusi bursa," ujar Erry.[Tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !