inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gus Solah: Gus Dur Tak Mampu Komunikasi

Headline
Salahuddin Wahid - Inilah.com/Abdul Rauf
Oleh:
Kamis, 30 Oktober 2008 | 18:10 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid mengusulkan adanya lembaga survei yang mengukur pengaruh para ulama dan kiai di setiap pemilihan kepala daerah. Sebab, pengaruh kiai dinilainya tidak sekuat dulu.

"Pilgub (pemilihan gubernur) Jawa Timur ini menjadi ukuran apakah betul kiai itu sekuat kemarin pengaruhnya. Saya sendiri juga tidak bisa mengukur," kata Gus Solah, usai menjadi pembicara di 'Dialog Kebangsaan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom) Surabaya, Kamis (30/10).

Menurut mantan Wakil Ketua Komnas HAM itu, perlu adanya lembaga survei untuk melihat seberapa besar pengaruh ulama dan kiai pada saat pilkada saat ini. Baik pemilihan gubernur (Pilgub), pemilihan bupati (Pilbup), dan pemilihan wali kota (Pilwali).

Namun, pada Pilgub Jatim putaran kedua yang akan dilaksanakan 4 November mendatang, banyak kiai telah memberikan dukungan kepada masing-masing pasangan cagub. Padahal, kedua pasangan kandidat sama-sama warga Nahdliyin.

"Kita lihat dukungan kiai Idris Marzuki di Kediri (Pengasuh Ponpes Lirboyo) ke pasangan Cagub Karsa (Soekarwo-Syaifullah Yusuf) nantinya menang atau tidak. Terus bagaimana dengan daerah lain seperti Situbondo," kata adik kandung Abdurrahman Wahid ini.

Ia menyebut perpecahan di kalangan kiai itu menunjukkan ketidakmampuan dari tokoh-tokoh NU untuk berkomunikasi. "Itu juga termasuk Gus Dur," tegasnya. [*/Nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.