INILAH.COM, Medan - Empat organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di Sumatera Utara memprotes iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menampilkan gambar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.
Ormas-ormas itu mengaku sangat tersinggung dengan iklan audio visual tersebut, karena dalam iklan yang sudah tayang di televisi itu PKS membawa-bawa nama dan gambar tokoh yang sangat disakralkan warga Muhammadiyah itu ke ranah politik.
"Perlakuan PKS terhadap KH Ahmad Dahlan lebih berupa pragmatisme politik yang konyol. Hal ini telah melukai perasaan keluarga Muhammadiyah sekaligus tamparan keras terhadap internal Muhammadiyah," ujar Ketua PW Nasyiatul Aisyiah (NA) Sumut Rahmawati di Medan Kamis (30/10),
Pada kesempatan itu hadir Sekretaris PW NA Sumut Rasta Kurniawaty Pinem, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Anang Anas Azhar, Sekretaris H. Hasrat Efendi Samosir dan Wakil Sekretaris Abyadi Siregar serta Komandan Kokam Ahmad Aswan. Kemudian juga Ketua DPD IMM Sumut Zulfi Amri dan Sekretaris Amirullah Hidayat serta Ketua IRM Sumut Rio Alvin Kurniawan dan Sekretaris Hamled Harahap.
Anang Anas Azhar mengatakan, warga Muhammadiyah sendiri selama ini tidak pernah membawa-bawa nama KH Ahmad Dahlan dalam ranah politik, padahal kader-kader Muhammadiyah berkecimpung di Partai Amanat Nasional (PAN) yang dilahirkan dari "rahim" Muhammadiyah.
"Tidak pernah kader Muhammadiyah membawa-bawa nama KH Ahmad Dahlan untuk menarik simpati dan kebesaran PAN. Ini sebagai bentuk penghormatan kader-kader PAN terhadap KH Ahmad Dahlan," tegasnya.
Sementara Hasrat Effendi menyebutkan, Muhammadiyah sendiri sebagai organisasi telah membuat keputusan tegas terkait kebijakan dalam politik. "Muhammadiyah tidak dibenarkan berpolitik. Ini tegas disebutkan," katanya.
Sedangkan Zulfi Amri mengingatkan agar dalam berpolitik PKS lebih santun dan tidak menyinggung perasaan umat, khususnya warga Muhammadiyah. "Janganlah membawa-bawa nama atribut organisasi keagamaan dalam berpolitik. PKS hendaknya tidak menghalalkan segala cara dalam berpolitik," tegasnya.
Para pimpinan ortom Muhammadiyah itu juga sepakat akan melayangkan surat protes keras kepada PKS. Tidak hanya itu, mereka juga akan langsung meminta KPU dan Bawaslu untuk mengambil tindakan tegas terhadap PKS.[*/L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !