inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Obama Terancam, Keluarga Cemas

Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh: Vina Ramitha
Jumat, 31 Oktober 2008 | 18:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta Begitu banyak ancaman terhadap jiwanya membuat keluarga capres Partai Demokrat AS Barack Obama merasa sangat khawatir, seperti diungkapkan saudara laki-lakinya, Abongo Obama.

"Ia berada dalam bahaya, bukan hanya karena rasnya saja, namun juga apa yang ia kejar," ungkapnya.

Pria berusia 51 tahun itu setiap hari tak putus kontak dengan adik lelakinya itu. Ia juga senantiasa berdoa dan berharap tak akan ada yang membuat sang capres celaka dengan semakin mendekatnya pemilu. Apalagi kemungkinan besar Obama akan memenangi kursi presiden AS.

Kekhawatiran Abongo, seorang akuntan yang tinggal di Washington DC selama 23 tahun ini bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, polisi federal menangkap dua orang pemuda rasial berencana mengadakan 'perburuan manusia' yang ditutup dengan percobaan membunuh Obama.

"Kami sekeluarga tentunya senang mendengar sepak terjangnya dan reaksi kami positif. Namun saat mendengar berbagai ancaman kematian terhadap dirinya, seakan kembali ke kenyataan," imbuhnya.

Menurut Abongo, semua bahaya itu semakin jelas terlihat. Ia sangat serius menanggapi hal ini mengingat AS mempunyai sejarah pembunuhan terhadap empat orang presidennya. Begitu menduduki posisi yang sama, maka Obama akan menjadi sebuah target besar.

Abongo adalah saudara tertua dari senator asal Illinois ini. Mereka mempunyai ayah yang sama, Barack Obama Senior, namun dengan ibu yang berbeda. Ibu Abongo adalah istri pertama ayah mereka. Sementara Barack lahir dari Ann Dunham asal Kansas, istri kedua yang bertemu dengan Obama senior di University of Hawaii.

Keluarga lainnya yang juga dikenal adalah bibi asal Kenya yang tinggal di sebuah rusun kecil sederhana di bagian selatan kota Boston. Wanita bernama Zeituni Onyango ini sempat disebutkan dalam buku Obama, Dreams From My Father. 'Bibi Zeituni' mengusir para reporter yang ingin mewawancarainya dan mengatakan mereka boleh kembali pada 5 November, setelah Pemilu AS.

Dalam buku itu sempat pula disebutkan 'Paman Omar' yang telah lama hilang. Banyak pihak menduga sang paman tinggal di Boston namun tak diketahui di mana tepatnya. Kabar terakhir menyebutkan sang paman diserang dalam perampokan bersenjata ketika bekerja di toko swalayan kecil pada 1994.

Bibi Zeituni dan Paman Omar adalah anak dari kakek Obama, Hussein Onyango Obama. Dalam memoir yang ia tulis, Obama menyebutkan pertemuan pertama dengan bibi itu dalam perjalanan pertamanya ke Kenya pada 1988. Saat itu, pamannya sudah bertolak menuju AS.

Boston Globe melaporkan bahwa dalam catatan Federal Elections Commission menunjukkan Bibi Zeituni beberapa kali mendonasikan sejumlah dana untuk kampanye keponakannya. Otoritas Perumahan Boston yang pernah berkunjung ke rumahnya, menurut Boston Globe, melaporkan bahwa dinding rumah tersebut dipenuhi poster Obama.

Tim kampanye Obama belum memberikan komentar apakah sang capres masih menjalin kontak dengan bibi dan pamannya itu.[Tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.