INILAH.COM, Jakarta - Pemuatan gambar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan disesalkan Ketua Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin. Dia menyatakan tidak etis PKS mendompleng gambar Ahmad Dahlan dalam iklan politik.
"Iklan itu sebenarnya tidak etis, walaupun KH Ahmad Dahlan adalah milik ummat dan bangsa sebagai pahlawan nasional, tetapi dia juga adalah pendiri dan tidak bisa dilupakan dari Muhammadiyah," ujar Din dalam pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Jumat (31/10).
Din mengaku banyak mendapatkan protes warga dan pengurus Pimpinan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia terkait dengan iklan ikan politik PKS, kendati ia masih berada di luar negeri. Dia mengaku tidak tahu karena PKS tidak pernah meminta izin terkait gambar Ahmad Dahlan yang ada dalam iklan tersebut.
"Kalaupun diminta saya tidak izinkan. Karena Muhmmadiyah itu milik semua ummat dan saya dengar pihak Nahdatul Ulama (NU) juga keberatan KH Ahmad Syari dilibatkan dalam iklan politik PKS," lanjut Din.
Din menegaskan, sejak berdiri tahun 1971, Muhammadiyah tidak mempunyai hubungan secara struktural maupun organisasi dengan partai politik lain. Dia mempersilakan warga Muhammadiyah mencoblos partai mana saja.[*/ana]