INILAH.COM, Jakarta - Sesama pimpinan Pondok Pesantren, Gus Nuril mengaku heran dengan panggilan syekh pada Puji, pengusaha yang menikahi gadis berusia 12 tahun. Menurutnya, dia tidak layak menerima sebutan syekh.
"Apa yang di nyatakan oleh Syekh Puji,] bahwa dirinya adalah syekh itu merupakan hal yang berlebihan, karena untuk memiliki predikat syekh adalah sesuatu hal yang tidak mudah," kata pimpinan Pondok Pesantren Abdurrachman Wahid Soko Tunggal itu di Jakarta, Sabtu (1/11).
Menurut anak buah Gus Dur tersebut, predikat syeh merupakan tingkatan yang paling tinggi. Dia membawahi kiai dan ustad, juga pengetahuannya mengenai ilmu keagamaannya juga harus tinggi.
"Sedangkan untuk Syekh Puji sendiri tidak bisa di sebut syekh karena dia sendiri saja jarang mengaji, dan tidak bisa dikatakan ulama Islam yang baik," imbuh dia.[ana]