INILAH.COM, Ternate - Aksi teror bom yang meledak di rumah dinas Gubernur, Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Maluku Utara, Senin dinihari mengejutkan warga Ternate. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi belum dapat menyimpulkan motif pelaku.
"Polisi masih berupaya mencari motif pelaku ledakan. Apakah terkait dengan hasil Pilkada, belum dapat dipastikan," Wakil Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba saat mengunjungi lokasi ledakan di Kantor Gubernur Maluku Utara, Jl Pahlawan Revolusi, Ternate, Senin (3/11).
Tiga ledakan pada Senin dinihari pukul 02.30 WIT, terjadi di tiga lokasi yaitu rumah kediaman Gubernur, Kantor Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Gedung DPRD Maluku Utara.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, akan tetapi mengakibatkan kerusakan di samping kiri rumah dinas Gubernur, di Jalan Kapten Pattimura, menghancurkan sebagian plafon ruangan Biro Keuangan Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Revolusi, dan memecahkan sebagian kaca ruang pos penjagaan Kantor DPRD.
Menurut sejumlah warga suara ledakan terdengar hingga radius lima hingga enam kilometer dari pusat lokasi kejadian.
Menurut Gani, penanganan kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun ia menepis, kejadian tersebut ada kaitannya dengan eksekusi pelaku Bom Bali, Amrozi cs. "Teman-teman wartawan saya rasa paling tahu soal motif ledakan," ujarnya.
Gani yang baru dilantik bersama dengan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn sekitar satu bulan itu mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dan terpancing dengan insiden tersebut. "Lakukanlah aktivitas seperti biasa, biarkan polisi menuntaskan penyelidikan," pesannya.
Hingga kini Polda Maluku masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari barang bukti.[*/dil]