INILAH.COM, Ternate - Dari bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan, Polda Maluku Utara menyimpulkan, bom yang meledak di tiga lokasi di Ternate, yaitu di kediaman Gubernur Malut, Kantor Gubernur Malut dan Kantor DPRD Malut, adalah bom rakitan berdaya ledak tinggi.
Hal itu diungkapkan Kapolda Malut Brigjen Pol Mustofa di Ternate, Senin (3/11) . Namun bahan-bahan dalam bom rakitan tersebut belum diketahui karena masih dalam penyidikan lebih lanjut. Bom rakitan yang diledakkan di tiga lokasi tersebut dibungkus dalam kaleng.
Demikian juga dengan motif, Mustofa menyatakan belum bisa menduga alasan di balik peledakan .
Terkait adanya peledakan bom tersebut, Kapolda menghimbau masyarakat Ternate dan daerah lainnya di Malut agar tetap tenang, namun diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
"Polda dan seluruh jajarannya di Malut akan terus meningkatkan pengamanan. Kami akan berusaha secepatnya mengungkap motif dan pelaku dari peledakan bom tersebut," katanya.
Bom yang meledak di ketiga lokasi tersebut, pertama terjadi di kediaman Gubernur Malut Drs Thaib Armayin Jalan Kapitan Pattimura, sekitar pukul 03.30 WIT, sekitar lima menit kemudian menyusul ledakan di Kantor Gubernur Malut Jalan Pahlawan Revolusi, dan setelah itu meledak lagi bom serupa di Kantor Gubernur Malut yang berlokasi di Jalan Stadion Ternate.
Ledakan bom rakitan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun sejumlah kaca jendela dan plafon rumah kediaman Gubernur Malut mengalami kerusakan, begitupula bom yang meledak di Kantor Gubernur Malut dan DPRD Malut juga menimbulkan beberapa kerusakan.
Saat bom meledak di kediaman Gubernur Malut Thaib Armayin, menurut sejumlah staf di kediaman itu, Thaib Armayin tidak berada di tempat, karena sedang berada di luar daerah.
Sejauh ini situasi di Ternate tetap aman, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, namun aparat Kepolisian tampak meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi strategis.[*/dil]