INILAH.COM, Ternate - Ledakan di 3 lokasi di Ternate, Maluku Utara, cukup mengejutkan di saat polisi meningkatkan keamanan menjelang eksekusi Amrozi Cs. Desas-desus bahwa ledakan tersebut terkait eksekusi ketiga terpidana mati bom Bali I itu pun beredar.
Namun hal itu dibantah oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Mustofa, di Ternate, Senin (3/11). Menurut dia, motif dan pelaku peledakan bom rakitan di Ternate pada Senin dini hari tersebut masih diselidiki. Kecil kemungkinannya terkait dengan kasus rencana eksekusi mati Amrozi dan kawan-kawan.
Begitu juga Wakil Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, mengatakan bahwa kecil kemungkinan kasus ledakan bom tersebut terkait dengan rencana eksekusi mati Amrozi dan kawan-kawan. Sebab, kata dia, selama ini kelompok Amrozi tidak memiliki jaringan di Malut.
Gani Kasuba yang baru dua bulan dilantik sebagai Wagub Malut itu justru menduga ledakan bom di Ternate pada Senin dini hari tersebut terkait dengan masalah pilkada Malut. Menurutnya, hingga kini masih ada kelompok tertentu di Malut yang masih mempermasalahkan hasil Pilkada Malut, terutama setelah dilantiknya pasangan Thaib Armayin/Gani Kasuba sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Malut periode 2008-2013.
Hal itu sejalan dengan fakta selama terjadinya kemelut pilkada Malut, ketiga tempat tersebut sudah beberapa kali menjadi sasaran ancaman aksi teror bom.
"Untuk memastikan bahwa ledakan bom tersebut terkait dengan masalah pilkada Malut, kita tunggu saja hasil penyilidikan dari pihak kepolisian. Mudah-mudahan polisi bisa segera mengungkap motif dan pelaku ledakan bom tersebut," ujar dia.
Bom rakitan pada Senin dini hari ini meledak di tiga lokasi berbeda di Ternate, yakni di kediaman Gubernur Malut Drs Thaib Armayin, Kantor Gubernur Malut dan Kantor DPRD Malut. Ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menimbulkan kerusakan.[*/ana]