INILAH.COM, Jakarta - PT Jamsostek menambah investasi saham senilai Rp 200 miliar. Saham yang diincar adalah sektor perbankan dan infrastruktur.
Menurut Dirut Jamsostek, Hotbonar Sinaga, kedua sektor tersebut diprediksi akan terus membaik. "Kita cari perbankan dan insfrastrukturnya baik dan potensi dapat deviden," katanya di Kantor Meneg BUMN, Senin (03/11).
Investasi baru di saham ini dengan melihat kecenderungan harganya naik di akhir tahun dan awal tahun. Kebijakan ini sebagai kompensasi adanya potensi kerugian mencapai Rp 3-4 triliun dengan investasi saham sebelumnya. Potensi kerugian ini akan mempengaruhi ekuitas Jamsostek sekitar 30-40%.
Namun dia mengaku belum mempertimbangkan untuk membeli saham dari grup Bakrie. Walaupun fundamentalnya baik dan memungkinkan mendapat deviden. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !