INILAH.COM, Madinah - Para calon jamaah haji Indonesia tahun ini harus merasakan jauhnya jarak pemondokan mereka dari Masjidil Haram di Makkah. Sebanyak 83 persen pemondokan itu berjarak mulai 1.400 meter hingga 10 kilometer.
"Hanya 17 persen yang jaraknya dekat antara 1.000-1.400 meter, tapi sisanya (83 persen) cukup jauh. Itu karena perluasan Masjidil Haram," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Departemen Agama Slamet Riyanto saat mengecek persiapan terakhir di Madinah, Selasa (4/11).
Didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nursamad Kamba dan Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ahmad Kartono, ia mengatakan pemondokan di Madinah justru tidak ada masalah, karena banyak yang dekat dan lokasi terjauh hanya 1.100 meter.
Namun, katanya, pihaknya sudah melakukan antisipasi, di antaranya dengan menempatkan 11 titik pengangkutan jemaah haji yang akhirnya mengerucut ke dekat Masjidil Haram hingga menjadi tiga titik.
"Nanti akan ditandai dengan warna agar ketahuan, misalnya daerah Misfalah dan Aziziah akan diberi warna apa, kalau tidak salah ada empat warna sesuai wilayahnya. Bis-nya akan diberi warna dan akan mengumpul di sana," jelas Slamet.
Dia meminta jamaah haji Indonesia tidak perlu khawatir karena persiapan yang dilakukan pemerintah sudah maksimal. "Petugas dalam keadaan siap, konsumsi juga dalam keadaan yang siap. Jadi, secara teori, persiapan kita tidak ada masalah. Kita telah berusaha, tinggal menyerahkan semuanya kepada Allah SWT Mudah-mudahan, semuanya berjalan lancar," katanya.
Tak lupa, Slamet mengingatkan jemaah haji untuk menghadapi cuaca dingin di Makkah karena saat ini wilayah Arab Saudi sedang menghadapi musim dingin, khususnya di Madinah "Kita imbau para jemaah untuk bersiap-siap dengan baju atau jaket atau pakaian dingin," pungkasnya.[*/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !