INILAH.COM, Jakarta Kemenangan Barack Obama dari Partai Demokrat meraih tiket ke Gedung Putih dirayakan banyak pihak di seantero dunia. Banyak harapan di pundak presiden kulit hitam pertama AS ini.
Salah harapan itu datang dari William J. Ryan, direktur Civic Center for Education (CCE) Indonesia, yang ikut menghadiri nonton bareng hasil Pemilu Pilpres AS yang diselenggarakan Kedubes AS di Hotel InterContinental Jakarta, Rabu (5/11).
William sebelumnya adalah seorang pendukung Republik sejati. Namun pada pemilu kali ini, ia memilih untuk memberikan suaranya kepada Obama pada menit-menit terakhir.
"Sejak zaman Ronald Reagan hingga dua Presiden Bush, saya setia pada Republik," akunya.
Perubahan pilihan drastis ini dipicu oleh capres Republik John McCain yang memilih Sarah Palin sebagai cawapres pendampingnya. Hal ini mencoreng citra McCain yang menurutnya adalah pria terhormat serta seorang kandidat yang kuat.
Sebenarnya, William tak mempunyai alasan untuk berpaling. Kendati memilih Obama dan pilihannya menang, ia masih memuji McCain. Hanya saja, ia menilai McCain banyak berpaling dari nilai-nilai yang selama ini ia anut.
Kebalikan Republik dari, Obama memilih orang yang tepat, yaitu Joe Biden, seorang yang sangat mengerti isu-isu kemanusiaan dan hak asasi manusia.
"Jadi menurut saya, Obama mengembalikan sense yang sangat dibutuhkan rakyat, walau saya juga banyak ketidakcocokan dengan beberapa value yang ia anut," ujarnya.
Barack Obama menjadi presiden AS ke-44 setelah mengalahkan McCain dalam pemilu Selasa waktu setempat (4/11) atau Rabu WIB.
Obama juga menjadi capres pertama Demokrat yang berhasil memenangkan negara bagian Virginia, yang baru kali ini memihak Demokrat setelah 44 tahun mendukung Republik.[tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !