Minggu, 27 Mei 2012 | 04:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
QTel di ISAT Mencla-mencle?
Headline
Inilah.com/Bayu Suta
Oleh: M Dindien Ridhotulloh
web - Kamis, 6 November 2008 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Harga penawaran tender sisa saham milik publik di PT Indosat (ISAT) kian kabur. Investor makin mendapat ketidakpastian dan berubah menjadi sentimen negatif. Peristiwa ini mengingatkan pada kasus akuisisi Bank Internasional Indonesia (BII).
Harga tender offer ISAT ini makin tidak jelas. Semula dikabarkan Bapepam LK dan Qatar Telecom (QTel) telah mencapai kesepakatan di harga Rp 7.388 per lembar sesuai rencana sebelumnya. Namun hal itu kemudian dibantah pihak QTel. Pihak Qatar berharap harga penawaran tender publik menjadi Rp 6.416 per lembar.
Bantahan ini menambah kesimpangsiuran tentang harga penawaran tender saham ISAT. Ketidakjelasan ini menjadi sentimen negatif di bursa. Pasar pun bereaksi negatif dengan anjloknya harga saham ISAT pada perdagangan Kamis (6/11) siang hingga Rp 300 menjadi Rp 5.000 per lembar.
Analis pun menanggapinya beragam. Riset Samuel Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham ISAT baik jangka panjang maupun pendek. Sementera Trimegah Securities memaparkan, masih menyarankan beli untuk jangka panjang dengan target harga Rp 7.800 per lembar.
Semula QTel menginginkan akuisisi menggunakan aturan lama. Artinya harga tender offer di level Rp 7.388 per lembar. Namun kemudian berubah dan berharap menggunakan aturan baru yang dipakai dengan harga tender offer Rp 6.416 per lembar. Ketua Bapepam-LK sempat heran dengan aksi mencla-mencle manajemen QTel ini.
Sesuai peraturan Bapepam, pengambilalihan saham perusahaan terbuka secara tidak langsung mengikuti harga rata-rata tertinggi dalam 90 hari. Sehingga tidak mewajibkan harga penawaran sama dengan harga akuisisi. Namun Qtel terlanjur mengumumkan kepada publik harga tender offer di Rp 7.388 per saham.
Sesuai ketentuan, harga tender offer tidak perlu mengacu kepada harga akuisisi bila pengambilalihan dilakukan secara tidak langsung. Namun harganya minimal sama dengan harga rata-rata tertinggi dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman.
Qtel pada 26 Juni 2008, mengumumkan rencananya melakukan penawaran tender untuk memperoleh seluruh sisa saham biasa seri B di luar saham yang dimiliki pemegang saham utama atau pengendali lainnya.
Perusahaan asal Qatar itu juga berniat membeli saham seri B American Depositary Shares. Rencana itu disiapkan guna mengikuti peraturan Bapepam-LK No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang belum direvisi. Dalam aturan itu, pengendali perusahaan terbuka sebesar 25% atau lebih diwajibkan menggelar penawaran tender.
Penawaran tender setiap saham seri B ditetapkan sebesar Rp 7.388 yang menggambarkan harga beli per saham yang dibayarkan Qtel kepada penjual. Harga penawaran tender itu lebih tinggi dari harga tertinggi dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum 8 Juni 2008, saat dimulainya negosiasi akuisisi.
Kejadian ini bukan merupakan pertama kali. Sebelumnya hal ini juga terjadi mengenai kasus akuisisi Bank International Indonesia (BNII) oleh Temasek. Ketika itu BI mengijinkan Maybank melakukan tender offer sisa kepemilikan saham di publik melalui sebanyak 44,3% dengan harga Rp 510 per lembar.

Namun Maybank mengabarkan Bank Negara Malaysia telah membatalkan persetujuan pembelian BII. Alasannya, aturan pengambilalihan perusahaan terbuka yang baru dilansir Bapepam LK akan merugikan Maybank.
Dengan aturan itu, pembeli baru perusahaan terbuka harus melepas 20% saham kepada publik dalam dua tahun. Bank sentral negeri jiran ini khawatir harga saham BII dua tahun kemudian belum tentu Rp 510 atau setinggi harga beli Maybank.
Dalam kasus seperti ini jelas pemegang saham publik diombang-ambing ketidakjelasan. Padahal investasi di pasar modal membutuhkan perhitungan yang cermat untuk itu diperlukan informasi yang pasti dan jelas. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.