inovasi portal berita
Kamis, 23 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.9,059.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ilmuwan NASA juga Khawatir Kiamat Badai Matahari

Headline
ilustrasi
Oleh:
Rabu, 16 Juni 2010 | 07:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan senior NASA mengingatkan bumi akan diterjang badai matahari pada 2013. Energi magnetik akan menyerang setelah matahari bangun dari tidur panjang.

Dalam peringatan terbarunya, NASA menyebut badai super akan memukul seperti "kilat" dan bisa menimbulkan konsekuensi bencana bagi dunia, layanan darurat dan keamanan nasional kecuali tindakan pencegahan diambil.

Para ilmuwan percaya badai itu dapat merusak segala sesuatu dari sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, perbankan dan perangkat sistem pengendalian lalu lintas udara, hingga barang sehari-hariseperti komputer di rumah, iPod dan penerima siaran satelit.

Karena ketergantungan manusia pada perangkat elektronik yang sensitif terhadap energi magnetik, maka badai bisa meninggalkan kerugian multitriliun dan menimbulkan masalah bagi pemerintah.

"Kami tahu ini akan datang, tapi kami tidak tahu seberapa buruk," kata Dr Richard Fisher, direktur divisi Heliophysics NASA, kepada Koran Telegraph dalam sebuah wawancara.

"Badai itu akan mengganggu perangkat komunikasi seperti satelit dan navigasi mobil, perjalanan udara, sistem perbankan, komputer dan segala sesuatu yang elektronik. Ini akan menimbulkan masalah besar bagi dunia.

"Sebagian besar wilayah akan tanpa listrik dan untuk memperbaiki kerusakan akan berat dan membutuhkan waktu."

Dalam sebuah konferensi cuaca ruang angkasa di Washington DC pekan lalu yang dihadiri oleh para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti dan pejabat pemerintah juga mengeluarkan peringatan serupa.

Dr Fisher (69) mengatakan badai dari matahari yang mencapai suhu lebih dari 5500C itu tidak semua orang akan menghadapi.

Siklus energi magnetik matahari mencapai puncak setiap 22 tahun, sedangkan jumlah bintik matahari mencapai tingkat maksimum setiap 11 tahun.

Dr Fisher yang merupakan ilmuwan NASA selama 20 tahun, mengatakan gabungan dua kejadian itu pada 2013 akan menghasilkan tingkat radiasi besar.

Dia mengatakan sebagian besar wilayah dunia bisa menghadapi hidup tanpa listrik selama beberapa bulan.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
5 Komentar
fery @ Rabu, 25 Januari 2012 | 15:30 WIB
dah liat diri masing2 aj lah
amirul jabbar @ Senin, 21 Maret 2011 | 14:37 WIB
pokok e, mulai sekarang udah harus sadar bahwa kiamat pasti terjadi,ketahuan deh , bagi yang byk berdosa,harus banyak tobat. tapi seharusnya kita berpikir, allah kan nyiptain otak kan buat berpikir,....
muflih @ Sabtu, 8 Januari 2011 | 13:08 WIB
apapun yang terjadi nanti hanya Allah yang tau,,,yang jelas umat manusia harus sadar karena dan ulah siapa bumi semakin LEMAH...
wulan @ Senin, 9 Agustus 2010 | 11:40 WIB
menurut saya tindakan yang dilakukan para NASA tersebut merupakan tindakan preventif yang tepat bagi para manusia di bumi agar secepat mungkin memahami suatu fenomena yang kian menggempar kan.Sebagai pihak yang hidup di bumi wajar saja kita khawatir.karena hal ini merupakan keselamatan bumi pertiwi.Namun seharus nya pemerintah yang terkait juga harus segera memikir kan cara yng tepat agar bumi dapat terselamat kan.serta perlu jg kita ketahui bersama,,,mungkin saja teknologi yang kita miliki belum cukup untuk mengindentifikasi cara penanganan hal tersebut....dan semoga saja harap saya makin tahun tingkat perkembangan nya kian maju dan dapat menguak rahasia badai matahari tersebut
reza @ Jumat, 6 Agustus 2010 | 14:33 WIB
banyak2 bertobat deh lau ud gtu
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.