INILAH.COM, Washington Firma riset IDC melaporkan, pengapalan ponsel di triwulan ketiga melemah akibat situasi ekonomi. Pabrikan ponsel akan terus mengalami masa-masa berat hingga tahun depan.
IDC melaporkan vendor ponsel hanya mengapalkan 299 juta unit untuk periode Juli-September turun 0,4%. Padahal triwulan ketiga harusnya tinggi dimana toko-toko menambah stok untuk menghadapi musim liburan.
Penjualan di pasar kunci Eropa terus turun selama beberapa pekan terakhir. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadi penjualan yang lesu saat Natal, serta permintaan tahun depan yang juga kurang menggembirakan.
Beberapa analis memperkirakan pasar ponsel akan lebih sulit tahun depan, terutama di negara berkembang. Pembuat ponsel terbesar, Nokia membuat perkiraan kenaikan 13,5% di triwulan empat sekarang, lebih lemah dari tahun lalu.
Pertumbuhan tahunan LG Electronics melemah dari 54% di triwulan pertama, 45 % di triwulan kedua, serta hanya 5% pada triwulan ketiga. Sedangkan Motorola dan Sony Ericsson yang harus berjuang membenahi masalah internal, dilaporkan penjualan triwulannya di tingkat terbaik dibandingkan tahun lalu.
Satu-satunya vendor di antara lima teratas yang mampu menjaga pertumbuhannya adalah Samsung. Tapi vendor Korea ini secara agresif harus menurunkan harga untuk meraih pertumbuhan.[ito]