INILAH.COM, Jakarta Kemenangan Obama tak hanya disambut gegap gempita, namun juga menyisakan protes berbagai kalangan. Keputusannya pada berbagai isu kemanusiaan mulai berpengaruh. Salah satunya adalah tidak mendukung pernikahan sejenis.
Hukum federal AS sebenarnya melarang pernikahan sejenis. Namun tiga negara bagian melegalkan pernikahan sejenis, yakni Massachusetts, Connecticut, dan California. Dengan adanya Pemilu, isu yang berawal pada awal 1970 ini pun menjadi berbau politis. Pada 1990-an, isu pernikahan sejenis berubah menjadi salah satu senjata politikus untuk memuluskan langkah mereka.
Di negara bagian California, muncul RUU 8 (Preposition 8) yang mendefinisikan pernikahan sebagai 'ikatan antara pria dan wanita'. Artinya, akan menjadi UU negara bagian yang melarang pernikahan sejenis. Di Pemilu 2008, Barack Obama mendukung RUU 8 ini, sementara kubu John McCain menentangnya.
Kampanye untuk mendukung RUU 8 ini telah mengumpulkan dana sebesar US$ 35,8 juta. Sementara yang menentangnya mengumpulkan US$ 37,6 juta. Keduanya menjadi kampanye dengan penghasilan paling besar dalam hal RUU. Apa sebenarnya yang menjadi perdebatan?
Para pendukung RUU ini mengkuatirkan adanya perubahan pada kurikulum sekolah, dimana anak-anak akan diajarkan mengenai homo dan lesbian. Selain itu, dikuatirkan gereja juga akan menerapkan pajak. Sedangkan para penentang, mengatakan mereka memiliki hak asasi. Tak seharusnya mereka diperlakukan berbeda dari orang lainnya.
Pada Pemilu lalu, sebanyak 52,4% mendukung RUU 8 dan 47,6% sebaliknya dengan perbedaannya hanya 500 ribu suara. Sebanyak 2.738.695 tak memberikan suara untuk hal ini (abstain) dan hingga saat ini masih saja dilakukan penghitungan. Jika RUU kontroversi ini disetujui, kemungkinan akan terjadi protes besar-besaran.
Belum diputuskan saja, California sudah bergejolak. Negara bagian yang dipenuhi selebritis ini bergerak. Kalangan pesohor seperti Wanda Sykes, Rose McGowen, dan Lance Bass ikut berdemo sehari setelah kemenangan Obama.
Lainnya seperti Ellen DeGeneres, Rosie O'Donnell, Samantha Ronson, dan Melissa Etheridge menyampaikan rasa frustasi mereka melalui televisi dan atas panggung.
Lebih dari 2.000 pendukung hak asasi pasangan sejenis (gay rights) berkumpul di depan gerbang kuil Mormon, Kamis (6/11). Ikut mendukung protes tersebut adalah beberapa bintang seperti James Cromwell, Patricia Clarkson, Anjelica Huston, dan Sean Penn.
Mereka kemudian membawa dukungan ini ke atas karpet merah pengharhaan BAFTA LA Brittania Awards di Hyatt Regency Century Plaza Hotel, Jumat (7/11) waktu setempat atau Sabtu (8/11).
"Saya rasa merupakan ide yang baik untuk mendukung mereka," ujar Penn yang juga hadir di penghargaan BAFTA. "(Menyetujui RUU 8) merupakan ide yang buruk."
DeGeneres, pemandu acara bincang-bincang terkenal AS, mendukung Obama namun menolak pengesahan RUU 8. Ia mengungkapkan ini di situs resmi acara yang ia pandu, Ellen. Komedian ini menikahi kekasih sejenisnya, aktris Portia de Rossi pada Agustus dan mendonasikan US$ 100 ribu untuk mendukung hal ini.
O'Donnell, aktris yang juga pemandu acara menyatakan hal yang sama. Ia tinggal di New York dengan pasangannya Kelli Carpenter dan empat anak mereka. Ia menikahi Carpenter pada 2004 di San Francisco, California sebelum negara bagian ini akhirnya menganulir pernikahan mereka.
Juga sewot di hadapan publik adalah disc jockey muda yang sedang naik daun, Samantha Ronson. Kabarnya, ia adalah kekasih aktris seksi Lindsay Lohan. Dalam blog pribadinya, ia mengungkapkan kekecewaan mengenai pemilih California yang mendukung hak hewan.
Tapi para pemilih di California, Florida, Arixona, dan Arkansas malah pernikahan sejenis dan adopsi. "Sepertinya mereka lebih peduli pada hewan ketimbang manusia, sangat menyedihkan," tulisnya.
Beberapa pesohor 'normal' ikut menentang RUU 8. Misalnya Brad Pitt yang menyumbangkan US$ 100 ribu. Madonna juga sempat menyebutkan bahwa Afrika-Amerika akhirnya sejajar, tapi tidak pernikahan sejenis. Penyanyi pop Christina Aguilera juga mengatakan RUU itu merupakan diskriminasi. [E1]