INILAH.COM, Serang - Kakak kandung Imam Samudera, Chaerul Anwar memastikan tidak ada acara tahlilan setelah proses pemakaman. Namun Begitu pihak keluarga akan terus mendoakan almarhum Imam Samudera agar selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
"Bagi kami tidak ada tahlilan, tahlilan itu hanya untuk yang hidup. Kalau yang sudah mati itu semua sudah putus," kata Chaerul kepada INILAH.COM, saat ditemui usai pemakaman Imam Samudra di rumahnya, Serang, banten, Minggu (9/11).
Chaerul menjelaskan, tidak adanya tahlilan bukan berarti pihak keluarga tidak ingin mendoakan arwah almarhum. Pihak keluarga justru akan terus mendoakan almarhum Imam Samudera agar selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
"Lho kami akan terus mendoakan adik kami, semoga semua amalnya dapat diterima dan diampuni dosa-dosanya, itu sudah kewajiban bagi yang masih hidup bagi yang telah meninggal," ujar kakak keempat Imam Samudera ini.
Chaerul menegaskan, jika pihak keluarga saat ini bukan dalam kondisi berduka cita, namun bersuka cita. Alasannya, dia meyakini kematian Imam Samudera menjadikannya mujahid atau syuhada.
"Jadi sekali lagi kami ingatkan, kami tidak berduka cita tapi justru bersuka cita. Adik kami bisa menjadi syuhada," tuturnya.
Sedangkan mengenai langkah apa yang akan dilakukan pihak keluarga pasca dieksekusinya Imam Samudera, Cherul enggan berkomentar.
"Istirahat dulu lah, kita lihat saja nanti bagaimananya. Ya untuk beberapa hari lah mas," pungkasnya.[rif/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !