Jumat, 25 Mei 2012 | 18:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peristiwa Gaib Matinya Amrozi Cs
Headline
Inilah.com/Wirasatria
Oleh: Samsul Maarif
web - Minggu, 9 November 2008 | 21:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Suasana menjelang pemakaman para pelaku Bom Bali menyiratkan sejumlah peristiwa gaib. Pertanda apa? Jenazah Imam Samudra mengeluarkan wangi semerbak saat hendak dikeluarkan dari peti mati di Polda Banten.
"Ya Allah, jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya," kata Lulu Jamaluddin kepada INILAH.COM, di rumah duka, Lopang Gede, Serang, Minggu (9/11).
Peristiwa jenazah mewangi ini juga terjadi pada jazad Al Ghozi, tersangka teroris yang diburu lalu tewas ditembak polisi Filipina. Kesaksian ini datang dari seorang kerabatnya.
"Jenazah Al Ghozi begitu wangi, ini menunjukkan almarhum mati syahid," kata kerabat Al Ghozi yang tidak diketahui namanya itu.
Keyakinan yang sama juga datang dari Lulu, adik kandung Imam Samudra. Kata dia, "Kakak saya ya pasti mendapatkan tempat yang layak di surga seperti yang dicita-citakannya."
Soal wangi jenazah Imam Samudra ini, seperti parfum yang biasa digunakan almarhum semasa hidup. Bukan wangi yang berasal dari kapur barus yang biasanya digunakan bersama kain kafan.
Ketika jazad Imam Samudra akan dikubur di TPU Lopang Gede, Serang, Banten, sekitar pukul 10.30 WIB, tiba-tiba cuaca berubah mendung. Bunyi petir terdengar ketika jenazah Imam Samudra ditutup tanah merah.
"Allahu akbar, Lailahaillallah," teriak ratusan pelayat yang sebagian besar dari jamaah Anshorut Tauhid, Forum Umat Islam, dan Front Pembela Islam.
Sementara itu kejadian unik juga muncul di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (9/11). Sekitar satu jam menjelang kedatangan jenazah Amrozi dan Mukhlas di rumahnya, muncul tiga burung belibis hitam mengitari rumah Amrozi.
Warga yang memadati area sekitar rumah Hj. Tariyem, dibuat takjub dengan kedatangan tiga burung belibis hitam itu. "Ini tanda jenazah mereka langsung bertemu dengan Allah. Burung itu bidadari yang menjemput," ungkap H Ahmad, pendukung Amrozi cs.
Kehadiran tiga burung hitam itu membuat massa kafilah Syuhada serentak mengucapkan kalimat takbir berkali-kali. Mereka yakin jenazah ketiga terpidana mati yang telah dieksekusi dini hari tadi, Amrozi, Muklas dan Imam Samudra akan masuk surga.
Wajah tersenyum
Sesuai permintaan Amrozi Cs, maka proses eksekusi berlangsung tanpa wajah ditutup. Tak terbersit rasa takut di wajah mereka. Ini terlihat dari wajah jenazah Imam Samudra yang tersenyum dalam damai.
Seperti yang diakui oleh Lulu, seperti tak terbersit rasa takut di wajah Imam Samudra saat detik-detik menghadapi regu tembak yang akan mengeksekusinya. Layaknya, orang yang sedang tidur, wajah Imam Samudra tersenyum dalam damai.
"Wajah kakak ganteng banget, senyum, bersih, gemuk. Subhanallah. Saya senang melihat ini dan tidak percaya. Kalau dulu saya sering nonton ini di TV tapi sekarang ini saya alami sendiri," ungkap Lulu dengan raut wajah bahagia. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
38 Komentar
nalom
Sabtu, 2 Juli 2011 | 11:12 WIB
sekarang ma jamannya jahilliyah berdasi bro
choirul fajar
Kamis, 16 Juni 2011 | 22:28 WIB
wallohua'lam.. islam rahmatan lil'alamin (cinta damai). lain halnya dengan membuat masyarakat tidak tenang.
syarif
Sabtu, 4 Juni 2011 | 16:17 WIB
dipermainkan setan pada nggak kerasa apa?
yuu
Minggu, 22 Mei 2011 | 08:32 WIB
mereka ini rombongan mujahis atau rombongan orang sinting?
yee
Minggu, 22 Mei 2011 | 08:30 WIB
takpikir mayat teroris bau amis darah,kan mereka bunuh ratusan orang gak punya salah
risqy
Kamis, 31 Maret 2011 | 20:09 WIB
masi untung yang bom Amrozi Cs dan bersyukur allah masi belom membalik satu kota ntar kalo da di balik 1 kota ntar bilangnya kiamat tidak ada di dalam keluar menghentikan gerakan jihad meskipun sekarang jaman modern tapi kalo ada kota maksiat kenapa tidak di jihati Allahuakbar allahuakbar allahuakbar wallilailham ws wb wr
zainal arifin
Kamis, 17 Maret 2011 | 10:43 WIB
Para mujahid takan pernah musnah dari muka bumi, walaupun mereka disebut teroris, lanjutkan perjuangan sampai terciptanya negara islam. Amrozi cs adalah pejung.
dunge
Jumat, 25 Februari 2011 | 02:09 WIB
ya bner dlam ajaran smua agama gk ada yg mmperbolehkan sling mbunuh heii inget umat mnusia yg brhak mnghukum itu TUHAN sndri yg brhak mnentukan slah bner ya cm Tuhan udh ada hkuman'a sndri dr pbuatan" kita jdi gk prlu repot smpe bnuh" org bkim bom kita d'ksih krunia otak yg pandai bkn untuk mbunuh ciptaan Tuhan . tnang aja Tuhan gk tdur Tuhan gk meleng Tuhan gk lalai Allah sllu bkerja dlm hdup ini kita jlanin aja hdup ini dg sbaik"a itu yg hrus klian ambil hikmah'a . soal amrozi wngi ingat setan jg bisa mlakukan apa yg Tuhan lkuin tp hnya tkdir'a yg gk bsa d'rubah kl dy gk akan bsa bkuasa sm bumi ini jgn tpengaruh m apa yg trjadi ttap kuat iman
fadli yusra
Rabu, 23 Februari 2011 | 10:30 WIB
ya,,,maklum bali itu mareka bom,,,di situ kan sarang nya maksiat,,,,kan sudah di bilangin baek2 supaya jlan kan perintah allah,,,tpi gak mau,,,,ya terpak sa secara tegas,,,amrozi cs ,,mdah mudahan dia masuq surga amiiinnnnn ya allah ALLAH HU AKBAR
zar
Minggu, 20 Februari 2011 | 10:35 WIB
emang bener gt pelakunya amroji?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.