INILAH.COM, Serang - Kontroversi Imam Samudera seakan tiada habisnya. Baik saat masih hidup maupun setelah meninggal dunia. Hal ini diketahui dari tidak putusnya pelayat yang mengunjungi makam terpidana mati Bom Bali I ini.
Sejak dimakamkan hingga berita ini diturunkan, TPU Lopang Gede tempat bersemayamnya Imam Samudera terus didatangi oleh pelayat dari berbagai penjuru kota. Dari yang hanya sekedar melihat, memberikan doa, hingga sholat jenazah merupakan pemandangan yang terjadi setiap menit.
Achmad, 41 tahun asal Tangerang mengaku rela membatalkan acara bersama keluarga hanya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Imam Samudera.
"Rencananya saya dengan anak-anak mau jalan-jalan tapi kan itu bisa besok atau kapan. Saya selaku muslim ingin mendoakan arwah mas Imam langsung disini, kasihan dia," katanya kepada INILAH.COM, Serang, Minggu (9/11).
Hal senada juga diungkapkan Muhamad Rofiq pelayat dari Banten. Ia mengatakan, dengan berdoa dimakam seorang syuhada merupakan salah satu anjuran agama. Selain itu dia juga mengaku bisa merasakan bagaimana beratnya perjuangan seorang Imam Samudera.
"Berdoa disini itu sangat berkah, kan dia syuhada sama saja kalau anda berdoa dimakam wali-wali. Tapi tetap mintanya kepada Allah SWT," ujar Rofiq.
Sementara itu, hingga pukul 19.30 WIB, rumah kediaman Ibunda Imam Samudera, Hj Ebay Badriyah juga terus menerima kunjungan pelayat sampai saat ini.[rif/nng]