INILAH.COM, Jakarta - Setelah eksekusi terpidanan mati bom Bali I dilaksakanan, Minggu (9/11) dinihari, pada Sabtu (15/11) depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan berangkat ke Amerika Serikat. SBY akan menghadiri pertemuan pimpinan negara-negara yang tergabung dalam G-20.
"Eksekusi ini merupakan upeti SBY kepada Amerika yang selama ini menjadi motor penggerak dalam menangani terorisme sebelum keberangkatannya ke sana (G-20)," kata anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Kholid, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Senin (10/11).
Eksekusi Amrozi Cs, mempunyai kaitan dengan bantuan-bantuan AS selama ini. "Eksekusi ini kan hanya untuk menyenangkan Amerika, agar bantuan-bantuan selama ini bisa mengalir dengan lancar," imbuhnya
Lebih lanjut, Kholid menegaskan, pelaksanaan eksekusi atas Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, telah melanggar undang-undang. "Dengan eksekusi ini, SBY telah melanggar hukum. Jadi cukup sekali saja kita punya presiden kayak begini. 2009 kita jangan pilih lagi," pungkasnya. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !