INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan menghadiri pertemuan pimpinan negara-negara yang tergabung dalam G-20, di Washington, pada 15 November mendatang. SBY ditengarai akan melaporkan eksekusi Amrozi Cs untuk membuktikan kesetiaannya pada AS.
"Dengan eksekusi Amrozi Cs, ini bukan hanya hadiah buat Obama, tapi memang bentuk kesetiaan SBY pada Amerika," kata peneliti Institute for Defence Security and Peace Study (IDSPS) Zaenul Maarif, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Senin (10/11).
Sebelum Obama terpilih, menurutnya, SBY sudah melakukan rangkaian kerja sama memerangi terorisme dengan George W Bush. Sehingga, eksekusi atas tiga terpidana mati Bom Bali I Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas, bukan hanya memuaskan AS, tapi juga Australia, yang sebagian warganya menjadi korban.
"Namun, peran Amerika tentunya lebih besar. Apalagi mendukung pendanaan sekitar US$6 miliar untuk membentuk Detasemen 88," jelasnya
Eksekusi mati terhadap Amrozi Cs sendiri, dinilai Zaenul, tidak akan menyelesaikan masalah terorisme di Indonesia. Sebab, terorisme merupakan patologi sosial yang menyebabkan seseorang frustasi.
"Cara penanganan pemerintah Indonesia seharusnya, jangan bergantung pada kepentingan asing yang masih represif dalam menanggulangi terorisme. Sebaiknya pemerintah harus mempunyai formula tersendiri. Dengan eksekusi Amrozi Cs akan mengakumulasi kebencian secara ideologis pada SBY," tegasnya.[nuz]