INILAH.COM, Sao Paulo - Negara-negara yang tergabung dalam G-20 menyerukan penurunan suku bunga acuan bank sentral. Seruan ini disertai permintaan agar setiap negara meningkatkan potensi industri yang dimiliki untuk mengantisipasi resesi.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Minggu (9/11) waktu setempat, G-20 juga menyatakan siap melakukan langkah penting ke depan. "Pemimpin negara kami juga siap membenahi stabilitas keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global," ujar para pemimpin negara G20 ini.
G-20 meminta setiap negara memanfaatkan seluruh kebijakan yang fleksibel dan konsisten dalam mendukung upaya pertumbuhan ekonomi global. Salah satu poin penting yang diminta oleh kelompok ini adalah pembenahan kebijakan sektor moneter dan fiskal.
China, mengumumkan sebuah paket stimulus ekonomi. "Solusi penanganan dari krisis ini harus dipercepat. Kita membutuhkan perubahan ,'' kata Menteri keuangan Brasil, Guido Mantega disela-sela pertemuan G20 di Sao Paulo, Brasil.
Bank Sentral Australia mengumumkan telah memangkas suku bunganya ke level terendah dalam 17 tahun terakhir. Bank sentral Taiwan juga memangkas suku bunganya untuk keempat kalinya dalan dua bulan terkahir.
"Negara-negara seperti Brazil, Rusia, India and China (BRIC) juga berencana untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan aliran modal di antara mereka," kata Menteri Keuangan Rusia, Alexei Kudrin.
Deputi Menteri Keuangan Mexico, Alejandro Werner mengatakan perlambatan ekonomi dan rendahnya komoditi mengharusnya negara-negara G20 ini memangkas suku bunga. Menteri keuangan dan bank sentral dari G20 akan membicarakan ini 15 November mendatang.
Bank Sentral Inggris juga melaporkan telah memangkas suku bunganya menjadi 3% pekan lalu ketika Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga sebesar 0,5 % selama dua kali dalam sebulan. Bank Sentral AS juga telah memangkas suku bunganya menjadi 1%.Bloomberg/[cms]