inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BI Harus Turunkan Suku Bunga

Headline
inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Reni Herawati
Senin, 10 November 2008 | 12:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Seruan penurunan suku bunga oleh bank sentral dalam G20, bisa dijadilan acuan Bank Indonesia untuk mengatasi krisis likuiditas.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi Aviliani dalam diskusi 'Krisis Keuangan Global Dampaknya Bagi Perekonomian dan APBN 2009' di Jakarta, Senin (10/11). "Yang penting bank sentral bersatu untuk menurunkan suku bunga, termasuk Bank Indoensia. Jadi tidak ada lagi alternatif bank melihat risiko dari suku bunga ini," katanya.

Sebab, menurut Aviliani, jika bank sentral menetapkan suku bunga dengan pertimbangan-pertimbangan risiko yang dihadapi, fluktuasi nilai tukar hanya akan dijadikan komoditas.

"Karena kalau suku bunga ditetapkan dengan melihat risiko, kalau suku bunga BI rate tinggi, uang lari ke sini, lalu suku bunga di sana tinggi lari ke sana, jadi fluktuasi uang itu akhirnya tidak bisa jadi patokan untuk transaksi, tapi dijadikan komoditas. Itulah sebabnya stabilitas moneter itu penting," jelasnya

Jadi isu penurunan suku bunga bank sentral yang diusung G20 ini sangat penting untuk mengembalikan fungsi uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas. "Kalau ini dijadikan komoditas, krisis semacam ini akan berulang terus," tukasnya.[cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.