inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Isu RI di G20 Nanti

Headline
Aviliani - ist
Oleh:
Senin, 10 November 2008 | 20:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia memastikan akan mengusung isu global expenditure support fund (dana pendukung pengeluaran global) dalam Indonesian Paper di forum kelompok 20 negara (G20).

Menurut ekonom Indef, Aviliani seusai pertemuan ekonom dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (10/11) siang tadi, global expenditure support fund diharapkan akan membantu pertumbuhan ekonomi 2009.

Ia berharap negara-negara yang punya kelebihan APBN seperti China, Jepang, dan Australia bisa memasukkan dananya ke global expenditure support fund ini.
"Inginnya sih membentuk lembaga baru (sebagai payung). Namun kalau tidak bisa, ya menggunakan lembaga yang ada, yaitu IMF dan Bank Dunia. Tapi kedua lembaga keuangan internasional ini harus dulu karena kredibilitas mereka sudah cukup turun," ujarnya.

Selain masalah global ependiture support fund, lanjutnya, Indonesia juga akan menjelaskan bahwa negara-negara Asia memerlukan dukungan agar tetap dapat menjaga pertumbuhan untuk menyokong pertumbuhan global.

"Pertumbuhan global ini, yang banyak mendukung kan dari Asia. Jadi kalau tidak didukung dengan global fund tentu saja akan berpengaruh pada ekonomi global sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika yang bisa drop," jelasnya.

Menurut Aviliani dalam krisis keuangan global kali ini, pasar Asia tidak terpengaruh sehingga pasar yang ada perlu dijaga. Pada kesempatan itu Aviliani juga menyampaikan usulnya agar perdagangan internasional tidak hanya menggunakan mata uang dolar AS. "Itu adalah salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS," katanya.

Aviliani mengatakan Presiden menyambut baik usulnya namun mungkin tidak akan membawa isu tersebut pada G20 karena pasti akan memperoleh penolakan dari AS.

Dalam rangka menyempurnakan penyusunan Indonesian Paper itu, pemerintah secara berkala menggelar pertemuan dengan tim panelis ekonomi yang terdiri dari para pakar dan pelaku ekonomi.*/[cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.