Kamis, 17 Mei 2012 | 04:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bentrokan Antar Fakultas
Mahasiswa Tewas Dikeroyok
Headline
ilustrasi
Oleh: Suriani
web - Sabtu, 19 Juni 2010 | 10:10 WIB
INILAH.COM, Makassar - Dodo Rivaldi (21), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Seni dan desain UNM, meninggal dunia setelah dirawat selama lima hari di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jumat (18/6).

Dodo meninggal setelah melewati masa kritis akibat luka sabetan parang sepanjang 10 centimeter di bagian kepala yang mengenai otak belakang. Selain itu luka dipunggungnya mengalami pendarahan hebat.

"Sejak masuk ruang unit gawat darurat, Dodo tidak pernah sadarkan diri dan terus mengalamai pendarahan. Hingga akhirnya tak mampu lagi bertahan dan menghembuskan nafas pukul 19.26 petang tadi," kata Humas RS Bhayangkari AKP Hasmawati.

Dodo masuk rumah sakit akibat dikeroyok oleh orang yang tak dikenal saat ini mengendarai motor menuju samping kampus UNM Parangtambung. Selain Dodo rekannya, Suwardi pada saat itu juga terkena sabetan parang pada bagian yang sama namun kondisinya tidak separah Dodo.

Sebelum penyerangan kepada Dodo dan Suwardi yang juga jurusan otomotif fakultas teknik ini pada Selasa malam lalu, sebuah baliho milik jurusan seni dan desain yang terasang dekat gerbang kampus, disobek oleh orang yang tak dikenal. Akibatnya terjadi bentrok antara mahasiswa Teknik dan Seni dan desain.

Jenazah Dodo telah dibawa pulang ke kampung halamannya di Batang Kabupaten Jeneponto. Sepeninggal Dodo, menyisakan duka yang mendalam bagi rekan-rekannya sesama mahasiswa teknik.

Jenazah yang dibawa dengan ambulans ini, sempat dibawa masuk keliling kampus Parangtambung dengan iring-iringan ratusan motor rekan-rekannya.

Pembantu Rektor III UNM, Hamsu Abdul Gani, saat ditemui di kampus Parangtambung langsung memerintahkan agar aparat kepolisian dan kemanan kampus melakukan pengaman ekstra ketat. Bahkan, untuk mengantisipasi kedua jurusan yang berseteru ini, mahasiswa diliburkan selama sepekan sejak malam ini.

"Kami meminta pengamanan diperketat, ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk adanya mahasiswa yang tidak terima rekannya meninggal. Bisa saja mereka bakar kampus," ujar Hamsun. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.