INILAH.COM, Shah Alam Pengadilan membebaskan blogger yang ditahan berdasarkan undang-undang keamanan nasional Malaysia. Blogger ini menulis wakil PM Malaysia Najib Razak merupakan dalang kematian model asal Mongol yang tewas dengan dua tembakan di bagian kepala.
Raja Petra Kamaruddin 58 tahun dituduh mengancam keamanan negara dan menghina Islam di negara yang memiliki 27 juta penduduk muslim itu. Ia ditangkap berdasarkan Malaysia Internal Security Act (ISA) yang mengijinkan penahanan tanpa pengadilan.
Blogger ini diadili di pengadilan Shah Alam, di luar Kuala Lumpur. Dia dibebaskan setelah hakim merima pembelaan pengacaranya yang menyebut penahanan itu illegal.
"Ini menunjukkan ISA tidak dapat digunakan. Saya harap ini bukan kebijakan politis," kata Raja Petra, yang mengaku terkejut bisa bebas.
Blog Raja Petra (http://mt.m2day.org) telah dibidik oleh pemerintah Malaysia terutama Wakil Perdana Menteri Najib Razak.
Blogger ini sudah diadili di beberapa pengadilan yang disebut-sebut atas permintaan Najib. Wakil perdana menteri ini akan naik menjadi orang nomor satu di Malaysia, pada Maret mendatang.
Di situsnya Raja menyebut Najib ada hubungan dengan kematian model Mongol yang tewas secara mengenaskan. Disebut dalam situs itu, model ini ditembak dua kali di bagian kepala dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak di jurang dekat Shah Alam pada Oktober 2006.
Najib membatah keras tuduhan blogger itu, dengan menyebutnya sebagai pembohong besar. Namun isu ini tidak menyebabkan kenaikan jabatan Najib di partai yang menguasai Malaysia dan akan dipilih oleh partai itu untuk menjadi perdana menteri pada Maret mendatang.
Pengadilan juga membebaskan mantan pembantu Najib yang dituduh bersama dua polisi membunuh model mongol.[ito]