INILAH. COM, Yangon - Pemilik blog di situs internet terkenal di Myanmar, dijatuhi hukuman 20 tahun dan dijebloskan di Penjara Insein Yangon yang dikenal seram. Blogger ini ditahan setelah terjadi aksi protes besar-besaran anti junta militer tahun lalu.
Nay Phone Latt, 28 tahun, seorang bekas anggota pemimpin demokrasi dan partai oposisi Aung San Suu Kyi dijatuhi hukuman bersama lima pegiat lainnya dan para anggota Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).
"Nay Phone Latt adalah salah seorang anggota pemuda NLD, namun dia telah meninggalkan partai ketika dia ditahan. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara," kata jurubicara NLD, Nyan Win.
Nyan Win mengatakan, penyair Saw Wai juga dipenjarakan dua tahun penjara karena mencemarkan nama negara dalam satu puisinya yang dikaitkan dengan kepala junta Than Shwe.
Blog Nay Phone Latt menulis dalam bahasa Myanmar dan dalam gaya penulisan novel. Dia menggunakan wahana itu sebagai forum untuk membahas kesulitan hidup sehari-hari seperti mahalnya tarif listrik dan meningkatnya biaya hidup.
Blog tersebut telah dilarang oleh rezim militer Myanmar, dan Nay Phone Latt ditahan pada Januari. Ia dikaitkan dengan aksi protes anti junta secara besar-besaran pada September 2007.
Sekitar 200 anggota NLD dan para pegiat ditahan pada saat dan setelah aksi protes, saat lebih dari 100.000 orang memenuhi jalan-jalan di Yangon.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan, sedikitnya 31 orang tewas dan 74 lainnya masih dinyatakan hilang setelah pihak militer akhirnya melakukan aksi penumpasan dengan cara kekerasan terhadap gerakan itu.
Pihak militer juga dicerca oleh para partisipan blog pada aksi protes September, pada saat mereka melakukan aksi kekerasan negara.
Junta kemudian memutus semua jaringan Internet negara pada saat protes semakin meningkat, untuk membendung arus informasi mengenai aksi penumpasan dengan cara kekerasan itu.
Rezim Myanmar kemudian mendesak dilakukannya kontrol ketat terhadap Internet, melarang akses ke situs-situs berita dan bahkan layanan surat elektronik (e-mail) berbasis web seperti Yahoo atau Hotmail.
Ketua NLD Aung San Suu Kyi meraih kemenangan besar-besaran dalam pemilu 1990, namun junta militer tak pernah mengizinkan partai tersebut mengambil-alih kekuasaan.
Myanmar telah dikuasai oleh militer sejak 1962.
Selama ini, pihak PBB, lembaga-lembaga HAM dan masyarakat internasional telah mengimbau agar pemerintah Myanmar segera membebaskan Suu Kyi, namun imbauan itu tak berhasil.
Pemenang hadiah Nobel Perdamaian itu dikenakan tahanan rumah selama belasan tahun, di tempat kediamannya di tepi danau Yangon.[*/ito]