INILAHKepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany menilai lobi yang dilakukan Qitel ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Yusuf Kalla tidak termasuk bentuk intervensi.
Menurutnya, pihak Qtel kemungkinan hanya meminta penjelasan saja kepada SBY dan JK. "MUngkin mereka (Qtel) hanya minta penjelasan saja. Jadi tidak ada intervensi soal tender offer Indosat ke Qtel ini," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/11).
Untuk segera menuntaskan kepemilikan 24,2% saham di PT Indosat Tbk (ISAT), Qtel dikabarkan tengah melobi SBY-JK.
Pasalnya, Bapepam-LK hingga saat ini tetap menolak revisi harga yang diajukan pihak Qtel dalam proses penyelesaian akuisisi ISAT hingga 65%.
Kabiro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, Noor Rachman pernah mengatakan Qtel harus tetap menggunakan harga yang pernah diumumkan sebelumnya yakni senilai Rp 7.388.
"Kita sudah bertemu dengan lawyer dari Qtel dan disampaikan secara lisan kalau harganya tetap yang lama. Kita akan segera kirim surat ke pihak Qtel," katanya di Gedung Bapepam-LK Depkeu, Rabu (29/10) lalu.
Ditambahkan Noor, pihak Qtel menggunakan peraturan Bapepam-LK yang baru maupun yang lama tidak masalah.
Tapi Qtel tetap harus menggunakan harga akuisisi atau harga tertinggi dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman. Intinya, Qtel tetap menggunakan harga Rp 7.388 yang telah diumumkan pada 6 Juni lalu.
Sementara Qtel tetap ngotot tidak mau membeli dengan harga seperti yang diinginkan Bapepam-LK.[cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !