INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama dua pekan akan melakukan perjalanan ke luar negeri mulai Kamis (13/11) siang hingga 26 November 2008.
Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri, Dino Pati Djalal, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/11) menjelaskan selama dua pekan itu Presiden Yudhoyono akan melawat ke Amerika Serikat (AS), Meksiko, Brazil, dan Peru.
Pada 14-15 November, SBY akan berada di Washington DC, AS, untuk menghadiri pertemuan kepala negara kelompok G-20. Di sana, setiap kepala negara dan pemerintahan anggota kelompok G-20, termasuk SBY, akan berpidato selama tujuh menit untuk menyampaikan pandangannya tentang krisis keuangan global.
Menurut Dino, dalam forum KTT G-20, ada 3 hal yang akan dibahas kepala negara dan pemerintahan, yaitu penyebab krisis keuangan global, langkah-langkah bersama dari negara anggota G-20 untuk menghadapi krisis, serta cara mereformasi sistem keuangan dunia.
"Diharapkan nanti ada joint statement atau komunike pada KTT G-20 di Washington. Para menteri keuangan anggota G20 telah membahas komunike itu dalam pertemuan di Sao Paulo, Brazil, pada 8-9 November 2008," tutur Dino.
Rancangan keputusan yang dibahas di Brazil tersebut salah satunya adal usulan Indonesia tentang mekanisme dukungan untuk dana pembangunan negara-negara berkembang selama masa krisis keuangan global.
Usai menghadiri KTT G20, SBY didampingi Menkeu Sri Mulyani Indrawati dijadwalkan bertolak ke Meksiko untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari di negara tersebut.
Pada 16-17 November 2008, SBY direncanakan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Meksiko Felipe Calderon, dan bertemu dengan pengusaha meksiko di bidang perdagangan dan energi, serta menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di bidang perdagangan dan energi antara PT Pertamina dan Pemex, Meksiko.
Pada 18-20 November , Presiden Yudhoyono berada di Brazil untuk pertemuan bilateral dengan Presiden Brazil Inacio Lula Da Silva. Kunjungan Presiden Yudhoyono ke Brazil merupakan kunjungan balasan yang dilakukan Da Silva ke Indonesia pada 12 Juli 2008. Di Brazil, Presiden akan mengunjungi pusat industri etanol di Riberio Preto, Brazil.
Pada 20-23 November , Presiden berada di Lima, Peru, untuk menghadiri KTT APEC ke- 16. Pada KTT APEC ke-16 bertema 'Komitmen Baru untuk Pembangunan Asia Pasifik' itu, SBY akan menjadi pembicara kunci pada forum APEC CEO Summit dengan tema 'Tantangan pembangunan ekonomi APEC untuk meningkatkan pertumbuhan dan memberantas kemiskinan'.
Selama di Peru, SBY dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara dan pemerintahan, di antaranya dengan PM Australia Kevin Rudd, Presiden Peru Alan Garcia, dan Presiden Kolombia Alvaro Uribe Velez.
Dino menjelaskan, selama dua pekan lawatan Presiden Yudhoyono ke AS dan Amerika Latin, pemerintahan akan berada di tangan Wakil Presiden Jusuf Kalla."Seperti biasanya, Wapres akan selalu berkoordinasi dan melapor kepada Presiden," ujarnya.[*/cms]