INILAH.COM, Jakarta - Pertamina menyayangkan keputusan pemerintah yang tidak memenangkan Pertamina dalam tender pengelolaan wilayah kerja minyak dan gas bumi di Blok Semai, Papua.
Pada pengumuman pemenang lelang reguler sembilan wilayah kerja minyak dan gas bumi itu, pemerintah melalui Departemen ESDM memenangkan Hess untuk mengelola Blok Semai V.
Padahal, Pertamina telah menyerahkan proposal terbaik baik dari sisi teknis maupun investasi dibandingkan competitor, kata VP Komunikasi Pertamina Anang Rizqani Noor di Jakarta, Kamis.
"Kita (Pertamina) pakai teknologi 3 dimensi yang jauh lebih akurat dan efektif saat pengeboran," tandasnya.
Anang juga menyatakan bahwa kompetitor Pertamina dalam Blok Semai hanya memiliki teknologi 2 dimensi, selain itu komitmen yang diberikan hanya US$ 183 juta.
"Kami menyanggupi komitmen investasi sebesar US$ 267 juta. Soal signing bonus, kami lihat jangka panjang dan komit mencapai target sehingga menguntungkan Indonesia," ungkap Anang.
Ketika disinggung mitra Pertamina dalam tender itu, yakni Shell, Anang mengungkapkan bahwa Shell adalah mitra strategis dan berpengalaman dalam pengeboran laut dalam, sehingga dapat memberikan pengalaman dan sebagai upaya peningkatan kapasitas menjadi kelas dunia.
"Secara keseluruhan kami menyayangkan keputusan pemerintah ini. Awal November kami sudah sampaikan keberatan, namun kami belum mendapatkan klarifikasi," ujarnya.
Sebelumnya Pertamina menyatakan akan meminta klarifikasi kepada pemerintah atas kekalahannya dalam tender di Blok Semai V, Papua.
"Kami akan meminta klarifikasi kepada pemerintah atas kekalahan di Semai V. Kami butuh penjelasan, mengapa kami kalah," ungkap Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di Jakarta, Kamis (13/11).
Karen menyatakan pihaknya pada Kamis ini telah melayangkan surat klarifikasi itu ke Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Departemen ESDM.
Ungkapan kekecewaan juga diungkapkan Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno.
Padahal, sebelumnya Ari mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan penawaran yang terbaik untuk tender Semai V, namun pemerintah memenangkan pihak lain.
Ari mengatakan Pertamina telah mengeluarkan US$ 1,5 juta untuk mendapatkan blok tersebut. Oleh karena itu, ia mempertanyakan keberpihakan pemerintah kepada Pertamina sebagai perusahaan migas milik negara.
Ketika dikonfirmasi tentang hal itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, yang hadir pula dalam acara penandatanganan 33 kontrak kerja sama (KKS) pengembangan minyak dan gas (migas) serta gas metana batubara (coal bed methane/CBM) senilai total US$ 912,1 juta itu, membantah pemerintah tidak berpihak kepada Pertamina.
Ia beralasan, Pertamina di Blok Semai melakukan joint bidding (tender bersama) dengan Shell. Dalam tender itu Shell memiliki 70% saham, dan Pertamina hanya 30%.
"Lain ceritanya, kalau Pertamina 100% di situ," ujar Purnomo.[tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !