INILAH.COM, Jakarta Gara-gara kasus Bank Century kalah kliring pada Kamis (13/11) prospek semua saham bisa terancam. Pasalnya, jika kliring Bank Century berakhir dengan collaps-nya bank tersebut, maka efeknya akan berantai ke bank-bank lain.
Analis Panca Global Securities Betrand Raynaldi mengungkapkan kepercayaan nasabah terhadap perbankan memang sangat rentan sehingga begitu ada rumor langsung disikapi dengan rush alias penarikan dana besar-besaran yang akan mengganggu perekonomian secara umum.
"Ini yang harus dijaga. Kalau kepercayaan diri nasabah turun, mereka akan melakukan rush besar-besaran. Mereka akan mengalihkan dananya dari bank-bank yang dinilai tidak aman ke bank-bank yang cukup aman. Itulah hal yang paling ditakutkan," papar Betrang, kepada INILAH. COM, di Jakarta, Jumat (14/11).
Para nasabah berpikir, bank-bank BUMN lebih aman dibandingkan bank swasta. Tapi, kalah kliringnya Bank Century yang memiliki kode bursa BCIC tidak akan menjadi masalah jika Bank Indonesia bisa menjaga bank tersebut tetap bertahan.
Betrand menegaskan, jika ada satu bank yang goyang bahkan kolaps maka akan berpengaruh kepada kepercayaan nasabah. Kepercayaan itu, menurutnya, akan mempengaruhi bank-bank yang lain.
Alhasil pengaruhnya terhadap bursa saham akan sangat buruk. "Kalau sampai ada bank yang ditutup atau dilikuidasi akan jelek sekali pengaruhnya ke bursa," papar Betrand.
Ia mengakui kalah kliring atau terlambat melakukan kliring seperti dialami Bank Century merupakan hal biasa. Namun yang mengetahui kondisi sebenarnya hanyalah BI.
Pasalnya, bank central bisa melakukan audit dan segala macamnya terhadap perbankan. Tapi, kasus Century menurutnya telah menyadarkan investor terhadap kemungkian akan adanya likuidasi. "Agak ngeri juga. Akibatnya, investor saat ini mulai hati-hati," tambahnya
Betrand mensinyalir, terjadinya pengambilan dana oleh nasabah Bank Century telah terjadi sejak dua hari lalu. Jadi, bukan hanya setelah terjadi kalah kliring. "Sebenarnya nasabah sudah mendengar desas-desus itu. Hal ini akan memperburuk saham perbankan khususnya dan memperburuk ekonomi secara umum."
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyayangkan rumors yang berkembang seputar perbankan nasional akhir-akhir ini. Rumors yang beredar antara lain adanya sejumlah bank yang mengalami kesulitan pendanaan dan penarikan dana nasabah secara besar-besaran (rush).
Gubernur BI, Boediono mengatakan pihaknya prihatin dengan berkembangnya rumor yang terjadi beberapa hari terakhir yang mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional. "Dengan ini kami tegaskan bahwa desas-desus itu tidak benar dan tidak memiliki landasan," ujarnya di Gedung BI.
BI menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan nasabah maupun pihak-pihak terkait dengan kegiatan perbankan di Tanah Air agar tidak terpengaruh berita-berita seperti itu. Siapa saja harus selalu mengecek lebih dulu kebenarannya sebelum melakukan tindakan yang justru merugikan masyarakat kecil, perbankan nasional dan ekonomi nasional. [E1]