INILAH.COM, Washington Kemenangan Barack Obama sebagai presiden terpilih AS tak lepas dari dukungan kelompok Hispanik yang tinggal di AS. Sanggupkah Partai Republik memenangkan kembali suara amereka pada 2012?
Pada Pemilu 4 November lalu, sebanyak 67% kaum Hispanik memberikan suara untuk senator asal Illinois itu. Sementara pesaingnya, John McCain, hanya memperoleh 30% suara.
Menurut analis politik CNN, kemenangan besar itu disebabkan oleh kinerja Bush yang semakin memperburuk kondisi negara itu.
Sebanyak 80% suara Hispanik memberikan citra buruk pada Presiden Bush. Secara keseluruhan, hasil exit polling menunjukkan 72% warga Amerika merasa citra Bush makin buruk.
"Obama merupakan inspirasi bagi banyak orang Latin," ujar Fernando Espuelas, pemandu acara radio dan seorang aktivis.
"Kekuatan Obama terletak pada latar belakangnya yang juga imigran, kekuatan pada pidatonya, dan janjinya untuk membuat perubahan. Inilah yang menyebabkan begitu besarnya dukungan latin."
Reformasi imigrasi tadinya bukan merupakan isu yang sering dibahas di AS, terutama pada 2008. Namun Partai Demokrat menjadikannya salah satu pokok bahasan dalam kampanye mereka.
Obama menuduh McCain dan kubu Republik bermain-main dengan reformasi imigrasi. Sehingga mereka pun berada dalam posisi bertahan pada kasus ini.
"Hispanik melihat Demokrat lebih perhatian terhadap kasus ini ketimbang Republik," kata Mark Hugo Lopez, direktur Pew Hispanic Center. Sebab itulah komunitas masyarakat latin menilai Obama sebagai kandidat yang lebih baik.
Lebih lanjut Lopez mengatakan Republik sebaiknya mulai membangun generasi baru yang terhubung dengan para pemilih melalui cara-cara yang lebih inovatif lagi ketimbang pemilu tahun ini.[tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !