INILAH.COM, Washington - Presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama mempertimbangkan mantan pesaingnya di konvensi Partai Demokrat Hillary Clinton, sebagai menteri luar negeri dalam kabinetnya mendatang. Sejumlah nama lain juga disebut-sebut akan dipertimbangkan menduduki jabatan tersebut.
Menurut NBC, Clinton terbang menuju Chicago, tempat Obama berkantor, pada Kamis (13/11). Namun, penasihatnya mengatakan bahwa itu hanyalah untuk urusan pribadi.
Sumber dari Obama mengkonfirmasi kepada CNN bahwa Clinton sedang dipertimbangkan. Namun, juru bicara Hillary Philippe Reines tidak berkomentar saat ditanya mengenai hal itu.
"Setiap spekulasi mengenai kabinet ataupun penunjukan lain dalam pemerintahan adalah menjadi hak tim transisi presiden terpilih Obama untuk menjawabnya," kata Reines kepada CNN.
Mantan Ibu Negara AS itu memiliki pengalaman banyak dalam hal isu luar negeri terkait jabatannya di senat, dimana dia bertugas di Komite Urusan Persenjataan. Hal itu terjadi secara tidak langsung saat suaminya Bill Clinton menjabat sebagai presiden pada era 1993-2001.
Sejumlah nama besar juga telah disebut oleh media memiliki peluang menjabat menlu. Di antaranya, mantan kandidat presiden Partai Demokrat Senator John Kerry, gubernur New Mexico dan mantan duta besar untuk PBB Bill Richardson, favorit komunitas Latin dan senator Republik yang moderat Richard Lugas, dan Chuck Hagel. [*/nuz]