INILAH.COM, Pandeglang - Pemakaman keramat Syeh Entol Sangadiyah, di Kampung Kadu Gajah, Kabupaten Pandeglang, Banten, ada penunggunya, yakni seorang wanita bernama Martha Eujenia Rojas. Wanita kebangsaan Kolombia itu sudah 5 bulan tidur di makam Syeh Entol.
Martha Eujenia Rojas berusia 38 tahun. Wanita berusia 38 tahun tersebut mengaku sudah memeluk Islam dan mengganti namanya dengan Anisa.
"Saya sangat bersyukur telah masuk agama Islam dan saya merasakan hidup tenang dan damai berada di sini," kata Anisa, di Banten, Sabtu (15/11).
Ia menjelaskan, dirinya ingin menjadi warga negara Indonesia. Oleh karena itu, dirinya sudah meminta bantuan petugas imigrasi Bogor untuk pengurusan menjadi warga negara Indonesia.
"Saya memiliki surat dari Kantor Imigrasi Bogor dan tinggal di Pandeglang karena ada petunjuk mimpi harus datang ke sini," tambahnya.
Setiap hari dirinya, selain membersihkan pemakaman juga melakukan sholat tahajud dan sholat wajib lima waktu. "Sedikitpun saya tidak merasa takut tinggal di pemakaman keramat," akunya.
Wanita asing yang akrab dipanggil Mbak Anisa itu, mengatakan, tujuan tinggal di pemakaman keramat itu karena ingin mendekatkan diri dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Tidak ada warga yang mencurigai saya di, bahkan warga setempat menyambut baik," ujar Mbak Anisa yang sudah fasih bahasa Indonesia.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Aminuddin, menyatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, wanita asing itu ternyata memiliki visa hingga tahun 2012 mendatang.
Saat ini, aparat hanya melakukan pengamanan dan perlindungan karena ia merupakan warga negara asing. "Selama dia berada di pemakaman saya tetap akan memberikan pengamanan karena dia wanita, dan saya khawatir dia menjadi korban kriminal," ujar Aminuddin.[*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !