INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah perlu segera mengeluarkan kebijakan blanket guarantee untuk menjamin 100% dana nasabah yang ada di perbankan guna menciptakan stabilitas keuangan di dalam negeri.
Selain itu jaminan tersebut penting agar bank bisa menyuntikkan finansial untuk melindungi sektor rill terutama industri padat karya. "Yang penting jaga stabilitas keuangan dalam negeri, khususnya perbankan," kata Chairman Grup Lippo Mochtar Riady, pada Seminar 'Reinventing Indonesia: The Challange of Indonesia Economy and Business Leaders 2009' di Jakarta, Sabtu (15/11).
Ia mengatakan, alangkah baik jika pemerintah mengambil langkah sama yang telah diambil negara lain untuk menjaga stabilitas keuangan dengan memberikan blanket guarantee kepada nasabah perbankan. Karena kebijakan tersebut dapat menenangkan para pemilik simpanan di bank dalam negeri.
"Di Singapura sudah ada blanket guarantee, Indonesia hanya memberi jaminan Rp 2 miliar. Uang akan lari ke Singapura," ujarnya.
Hampir semua negara tidak dapat lari dari tsunami krisis keuangan Amerika Serikat termasuk juga China. Ribuan pabrik di negara tirai bambu tersebut tutup, termasuk motor penggerak perekonomian negara tersebut yakni sektor properti dan industri juga mengalami kesulitan.
Saat sektor properti mengalami perlambatan, pabrik baja di negara tersebut langsung berhenti berproduksi yang akhirnya membuat konsumsi batu bara China turun. Hal tersebut berdampak langsung pada ekspor batubara Indonesia.
Menurut Mochtar, dulu ekspor batubara Indonesia hanya mencapai 40 juta ton per tahun dan kini mencapai 200 juta ton per tahun.
"Ini jelas berdampak besar bagi Indonesia. Untuk satu ini pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena ini komoditas, tapi kalau untuk industri yang padat karya pemerintah bisa membantu dari sisi finansial," katanya.
Peningkatan harga batubara terjadi saat permintaan komoditas pertambangan tersebut meningkat. Harga batubara yang sebelumnya hanya US$ 60 per ton meningkat lebih dari 200% menjadi US$ 200 per ton, ujarnya. [*/cms]