INILAH.COM, Washington - Presiden Amerika Serikat George W Bush Sabtu pukul 8.00 waktu setempat membuka pertemuan tingkat pemimpin negara-negara G-20 yang berlangsung di Gedung Museum Nasional, Washington DC.
"Krisis keuangan masih akan terus terjadi meski banyak yang sudah dilakukan, sehingga diperlukan langkah-langkah bersama untuk mencari solusinya," kata Bush dalam sambutan singkatnya.
Sambutan itu disampaikan Bush sebelum kehadiran para peserta pertemuan itu yang datang secara bergiliran dan disambut langsung oleh Presiden Bush di depan pintu Museum Nasional.
Setelah berfoto bersama di ruang West Cout, pertemuan tingkat pemimpin negara G-20 akan digelar di Great Hall pada pukul 9.30 - 11.30 waktu setempat.
Pertemuan tingkat pemimpin negara G-20 ini baru untuk pertama kalinya dilakukan, karena sebelumnya forum G-20 hanya dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota G-20.
Pertemuan ini, juga merupakan prakarsa dari Presiden Bush, untuk bersama-sama mencari solusi dalam mengatasi krisis keuangan global yang telah meluas dan berdampak ke semua negara di dunia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan itu akan duduk di nomor tiga sebelah kanan Presiden Bush. Sementara untuk urutan penyampaian pidato akan berdasarkan posisi duduk arah jarum jam, sehingga Presiden Yudhoyono akan berpidato setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden China Hu Jintao.
Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono akan menyampaikan tiga poin untuk mengatasi dampak krisis keuangan global ini, yaitu menjaga sektor riil, memulihkan kepercayaan pasar dan mereformasi sistem atau arsitektur keuangan dunia.
Selain dihadiri delegasi anggota G-20, pertemuan itu juga diliput oleh sekitar 1.300 wartawan dari berbagai negara termasuk Indonesia.
Wartawan tidak bisa langsung memantau jalannya pertemuan di Museum Nasional dan hanya melihatnya dari monitor TV yang disediakan di gedung Departement of State di ruang International Filling Center yang berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi Museum Nasional.
G-20 atau Grup 20 negara-negara industri adalah kumpulan dari 19 negara dengan perekonomian terbesar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. G-20 dibentuk pada 1999 sebagai forum baru untuk kerja sama dan konsultasi atas masalah yang menyangkut sistem keuangan internasional.
Negara anggota G20, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Republik Rakyat China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Itali, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Mereka saat ini menguasai 85 persen perekonomian dunia.[*tra]