INILAH.COM, Jakarta - Apa yang telah dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) demi memenangkan Pemilu 2009 dinilai akan sia-sia.
Hal itu terkait dengan iklan kampanyenya yang menuai protes hingga mengundang ahli waris delapan tokoh yang ditayangkan dalam iklan itu diprediksi tidak akan meningkatkan jumlah perolehan suara dalam pemilu legislatif.
"Mereka (PKS) tidak akan mendapatkan simpati atau dukungan dari keluarga Cendana atau yang lain. Pemilih PKS akan tetap, ini menuai kritik," ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (15/11).
Ray menilai langkah-langkah yang dilakukan PKS terlalu terburu-buru. Penayangan wajah mantan Presiden Soeharto dinilai tidak sesuai dengan jargon PKS, yaitu 'Peduli, Bersih, dan Profesional'.
Soeharto, katanya, memang memiliki kebaikan dalam 32 tahun masa pemerintahannya. Akan tetapi, kesalahan yang dibuat Soeharto lebih banyak dibandingkan jasa-jasanya. Soeharto, ujarnya, juga bukan guru bangsa.
"Pak Harto mengajarkan kita menjadi pemimpin diktator, yang melawan dipenjarakan. Tetapi memang ada pembangunan fisik di negeri ini. Tapi tidak bisa dijadikan guru bangsa," katanya.
Foto wajah 8 tokoh nasional dalam iklan PKS adalah Soekarno, Muhammad Hatta, Soeharto, Soetomo, KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), KH Hasyim Asy'ari (NU), Mohammad Natsir, dan Jenderal Besar Sudirman.[tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !