inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY: G-20 Belum Tuntaskan Krisis

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inila.com/Raya Abdullah
Oleh:
Minggu, 16 November 2008 | 10:54 WIB
INILAH.COM, Washington DC - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pertemuan pemimpin negara anggota G-20 yang berlangsung di Washington, Sabtu (15/11), belum akan menyelesaikan persoalan krisis keuangan yang sedang melanda dunia.

"Pertemuan puncak G-20 ini dirancang bukan untuk menyelesaikan semua hal. Mungkin perlu satu atau dua pertemuan puncak bisa memikirkan semuanya dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi dunia saat ini," kata SBY dalam jumpa pers dengan media massa dari Indonesia di Hotel Ritz Carlton Washington DC, Sabtu, waktu setempat.

Meski begitu, lanjut SBY, pertemuan puncak G-20 ini sangat diperlukan untuk mencari jalan bersama dan mengintegrasikan langkah-langkah mengatasi krisis keuangan tiap-tiap negara. "Upaya regional dan global tetap penting untuk mencari jalan keluar terhadap krisis keuangan yang terjadi," katanya.

SBY juga mengatakan, jangan berharap banyak terhadap kesepakatan dunia dalam mengatasi krisis ini. Namun, pertemuan G-20 ini memberikan kepastian mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan.

"Komitmen dari para pemimpin yang ada dalam forum G-20 cukup kuat untuk bersama-sama dikelola. Semua juga menyatakan kesanggupan untuk melakukan apa yang harus dilakukan segera. Saya menilai pertemuan puncak ini memiliki manfaat yang yang riil untuk satu kerjasama global mengatasi masalah ini," katanya.

Mengenai usulan Indonesia untuk dibentuk Global Expenditure Support Fund menurut Presiden bisa diterima oleh para peserta dan dimasukkan dalam poin-poin pada deklarasi yang dikeluarkan.

"Mengenai mekanismenya seperti apa, kita terus matangkan pelaksanaannya dan berapa banyak. Jadi tidak perlu menunggu pertemuan puncak berikutnya untuk lembaga multilateral menghimpun dana dari negara-negara tertentu yang mengalami surplus," katanya. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.