INILAH.COM, Washington DC - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pertemuan pemimpin negara anggota G-20 yang berlangsung di Washington, Sabtu (15/11), belum akan menyelesaikan persoalan krisis keuangan yang sedang melanda dunia.
"Pertemuan puncak G-20 ini dirancang bukan untuk menyelesaikan semua hal. Mungkin perlu satu atau dua pertemuan puncak bisa memikirkan semuanya dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi dunia saat ini," kata SBY dalam jumpa pers dengan media massa dari Indonesia di Hotel Ritz Carlton Washington DC, Sabtu, waktu setempat.
Meski begitu, lanjut SBY, pertemuan puncak G-20 ini sangat diperlukan untuk mencari jalan bersama dan mengintegrasikan langkah-langkah mengatasi krisis keuangan tiap-tiap negara. "Upaya regional dan global tetap penting untuk mencari jalan keluar terhadap krisis keuangan yang terjadi," katanya.
SBY juga mengatakan, jangan berharap banyak terhadap kesepakatan dunia dalam mengatasi krisis ini. Namun, pertemuan G-20 ini memberikan kepastian mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan.
"Komitmen dari para pemimpin yang ada dalam forum G-20 cukup kuat untuk bersama-sama dikelola. Semua juga menyatakan kesanggupan untuk melakukan apa yang harus dilakukan segera. Saya menilai pertemuan puncak ini memiliki manfaat yang yang riil untuk satu kerjasama global mengatasi masalah ini," katanya.
Mengenai usulan Indonesia untuk dibentuk Global Expenditure Support Fund menurut Presiden bisa diterima oleh para peserta dan dimasukkan dalam poin-poin pada deklarasi yang dikeluarkan.
"Mengenai mekanismenya seperti apa, kita terus matangkan pelaksanaannya dan berapa banyak. Jadi tidak perlu menunggu pertemuan puncak berikutnya untuk lembaga multilateral menghimpun dana dari negara-negara tertentu yang mengalami surplus," katanya. [*/nuz]